Yogyakarta Siapkan Protokol Penjualan Hewan QurbanÂ

Yogyakarta Siapkan Protokol Penjualan Hewan QurbanÂ

Hewan qurban yang masuk Yogyakarta harus dimandikan.

REPUBLIKA. CO. ID,   YOGYAKARTA — Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan tengah menyiapkan protokol kesehatan terkait penjualan dan penyembelihan hewan qurban. Protokol ini disiapkan dalam rangka menuju Idul Adha, pada akhir Juli nanti.

Heroe menyebut, hewan  qurban  mayoritas berasal dari luar Kota Yogyakarta. Untuk itu, hewan  qurban  yang masuk harus dalam kondisi yang bersih.

Terutama, tali pengikat hewan kurban harus dipastikan bersih. Heroe menyebut, hal tersebut berpotensi menjadi media penularan Covid-19.

“Hewan-hewan tersebut juga harus dimandikan, sehingga saat masuk di Kota Yogyakarta kondisinya sudah bersih dari kotoran, termasuk talinya. Sehingga harapannya tidak menjadi media penularan, ” kata Heroe, Senin (6/7).

Selain itu, panitia pengelola penyembelihan hewan di Kota Yogyakarta diwajibkan memiliki Satgas Covid-19. Satgas ini nantinya yang bertugas mengatur dan menyusun protokol-protokol dalam metode penyembelihan hewan kurban.

“Setiap panitia penyelenggara penyembelihan hewan kurban harus punya Satgas Covid-19. Dia harus mengatur perjalanan hewan, pemotongan daging, proses memasukkan ke kantong hingga pembagian daging, ” ujarnya.

Satgas Covid-19 ini, kata Heroe, juga bertanggung jawab meminimalisasi interaksi saat metode penyembelihan hewan  qurban . “Kalau mereka tidak memiliki tempat, maka tidak diperkenankan melakukan pemotongan, ” ujar Heroe.