TikTok Sedang Uji Fitur Stories

Stories di TikTok tampaknya mriip seperti di Instagram ataupun Snapchat berbentuk video.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Setiap aplikasi media sosial boleh cenderung menambahkan fitur stories. Sekarang giliran TikTok yang bereksperimen dengan fitur tersebut.

Fitur ini disorot oleh Matt Navarra di Twitter dan pakar bicara TikTok mengonfirmasi ulangan tersebut dalam email kepada  The Verge . Fitur baru, yang disebut “TikTok Stories”, boleh bekerja mirip dengan fungsi stories lain di permintaan seperti Instagram atau Snapchat.

Story live dalam slide-over sidebar yang hangat ditambahkan, tempat di mana Anda dapat melihat rencana yang diposting oleh akun yang Anda ikuti pada TikTok selama 24 jam sebelum dihapus secara otomatis. Pengguna lain juga bisa bereaksi dan mengomentari story Anda. Dan seperti pada Instagram dan platform lainnya, Anda juga dapat mengetuk gambar profil pengguna buat memuat story.

Dilansir dari The Verge, Kamis (5/8), TikTok menggambarkan fitur di penerapan sebagai cara baru untuk berinteraksi dengan orang lain. Pengguna dapat membuat story baru dengan menekan tombol “buat” yang telah ditambahkan ke sidebar dan itu dapat menambahkan teks, musik dan teks biasa. Bertemu dengan sifat TikTok yang mengutamakan video, tampaknya rencana harus berupa video, tidak gambar diam.

“Kami selalu memikirkan cara baru untuk membawa nilai bagi komunitas kami dan memperkaya pengalaman TikTok, ” tulis juru kata TikTok dalam sebuah pertanyaan kepada The Verge.

“Saat ini saya sedang bereksperimen dengan cara memberikan format tambahan pada pembuat konten untuk melahirkan ide kreatif mereka buat komunitas TikTok, ” katanya.

Kongsi tidak memberikan perincian tentang seberapa luas pengujian TikTok Stories, atau kapan nantinya akan dirilis.

Fakta bahwa TikTok akan bereksperimen dengan stories tidaklah mengejutkan. Stories sudah menjadi satu-satunya konstanta asli di media sosial. Stories adalah cara yang cantik untuk mendapatkan pengguna untuk berinteraksi satu sama lain di aplikasi, menawarkan wadah baru untuk iklan dan secara umum menjaga feedback dari aplikasi media baik tetap berjalan.

Namun, stories tidak selalu berhasil. Twitter terpaksa menutup klon storiesnya sendiri-Fleets, hanya delapan bulan setelah diluncurkan, karena sikap cuek umum terhadap fitur tersebut.