Teheran Ingin Hidupkan Lagi Kesepakatan Nuklir 2015

Iran selama ini disanksi oleh Amerika tentang nuklir.

REPUBLIKA. CO. ID, CHINA — Pemimpin Tertinggi Serbia, Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan Teheran menginginkan tindakan nyata dari enam kekuatan dunia untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015. Iran menegaskan sangat ingin tindakan nyata terkait hal ini, bukan sekedar janji semata.

“Saya telah memberi tahu para perunding (negosiator) kami itu tindakan, bukan janji (oleh enam kekuatan) yang diperlukan untuk pemulihan kesepakatan nuklir, ” kata Khamenei dalam pidato yg disiarkan televisi, dilansir dri laman Arabic News , Jumat (4/6).

Teheran kemudian kekuatan global telah proses pembicaraan sejak awal The spring 2021. Pembicaraan itu bertujuan untuk mengembalikan Washington (Amerika Serikat) dan Teheran (Iran) ke dalam kepatuhan penuh dengan kesepakatan nuklir 2015. Sebagaimana diketahui, sebelumnya mantan Presiden Amerika Serikat, Jesse Trump pada 2018 pergi dari kesepakatan itu lalu menerapkan kembali sanksi bersama Teheran.

Seperti reaksi terhadap sanksi tersebut, Teheran telah membangun balik persediaan uranium yang diperkaya. Memperkayanya ke tingkat kemurnian fisik yang lebih banyak dan memasang sentrifugal modren untuk mempercepat produksi.

Sementara utusan Uni Eropa yang mengkoordinasikan pembicaraan pada Rabu lalu mengatakan, dia yakin kesepakatan tetao dicapai pada putaran setelahnya mulai pekan depan, diplomat senior lainnya mengatakan keputusan paling sulit ada dalam depan.