Tangsi tak Buat Jera John Kei (2)

Tangsi tak Buat Jera John Kei (2)

MA memperberat vonis John Kei dari 12 tahun menjadi 16 tahun penjara.

REPUBLIKA. CO. ID, Menjelang Hari Natal 2019, John Kei menghirup udara bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan Cilacap (Jawa Tengah) sesudah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia memberikan pembebasan bersyarat berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum & HAM RI Nomor Pas-1502. PK. 01. 04. 06 Tahun 2019/tertanggal 23 Desember 2019.

John Kei memberikan “kejutan” bahwa dirinya sudah mengabdikan diri menjadi pendeta setelah mendapatkan “petunjuk” kehidupan selama menjalani penahanan di Lapas Nusakambangan.

Enam bulan berlalu sesudah menghirup udara bebas melalui penghentian bersyarat, masyarakat dikejutkan dengan besar aksi anarkis di Green Lake City dan Cengkareng karena kontribusi John Kei dan kelompoknya.

Sebelumnya, John Kei juga terlibat berbagai aksi kriminal dengan melibatkan kelompoknya. Antara lain antagonisme dengan kelompok pimpinan Basri Sangaji di Diskotek Stadium Tamansari (Jakarta Barat) pada 2004.

Kedua kelompok itu kerap berperan bentrokan. Bahkan tangan kiri John Kei menderita cacat usai diserbu kelompok Basri Sangaji pada sepadan penyerangan.

Tidak periode setelah itu, John Kei dikaitkan dengan kematian Basri Sangajiakibat ditembak pada bagian dada di suatu tempat. Namun polisi tidak menemukan keterangan keterlibatan John.

Malah John Kei membawa anak buahnya yang terlibat pembunuhan itu ke Polda Metro Jaya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Aksi kekerasan John Kei masih berlanjut bersama adiknya Tito Refra yang menganiaya dua pemuda, Charles Refra dan Remi Refra. Kemudian terlibat bentrokan dengan gerombolan pemuda asal Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) di Klub Blowfish (Jakarta Selatan) pada 2010.

Bentrokan kembali terjadi antara kubu John Kei dengan pemuda asal Flores itu saat sesi di Pengadilan Negeri Jakarta Daksina pada 2010. Bentrok itu menyebabkan dua orang dari kubu John Kei dan seorang sopir Kopaja meninggal dunia.

Dua tahun berlalu, John Kei balik membuat catatan kriminal usai berperan pembunuhan terhadap bos PT Sanex Steel Tan Harry Tantonoalias Ayung di Swissbel Hotel Jakarta Barat pada Januari 2012.

Dari hasil penyelidikan, John Kei bersama anak buahnya dan target Ayung terekam kamera tersembunyi tahu bertemu dalam satu lift sebelum Ayung ditemukan tewas di daerah 2701.

John Kei divonis bersalah dengan penjara 12 tahun oleh hakim Pengadilan Kampung Jakarta Pusat. Dia terbukti berperan pembunuhan terhadap Ayung.

Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan azab lebih berat menjadi 16 tahun penjara atas pembunuhan Ayung dengan dilakukan John Kei dan kelompoknya itu.

Anggota Polda Metro Jaya memberikan tindakan jelas dan terukur pada bagian suku John Kei yang dianggap melayani perlawanan saat akan ditangkap di Hotel C’one, Pulomas, Jakarta Timur, pada Jumat 17 Februari 2012.

Akibat luka tembak pada bagian lutut kanan tak kunjung sembuh karena menderita diabetes, John harus mengalami perawatan sungguh-sungguh di Rumah Sakit Polri Kramat Jati (Jakarta Timur).

Selama lima bulan menjalani perawatan di RS Polri, sejumlah aparat Brimob Polda Metro Jaya berjaga mengamankan ruang perawatan John Kei yang terkenal banyak loyalisnya.

sumber: Antara