Studi: Segelas Susu per Hari Cegah Penyakit Jantung

Minum susu setiap hari memangkas risiko penyakit jantung koroner sebesar 14 persen.

REPUBLIKA. CO. ID, Studi terbaru mengklaim segelas susu setiap hari dapat secara signifikan mengurangi risiko menderita penyakit jantung. Para peneliti juga menemukan peminum susu membuat kadar kolesterol lebih rendah, kolesterol ini biasanya menyumbat arteri lalu memicu serangan jantung / stroke.

Mereka yang minum susu setiap hari memangkas risiko penyakit jantung koroner sebesar 14 persen. Dengan mempelajari informasi kesehatan dari dua juta orang Inggris lalu Amerika, para ilmuwan menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi susu dalam jumlah tidak kecil tidak terlalu rentan terhadap penyakit kardiovaskular.

Penemuan baru ini muncul saat semakin melimpah bukti yang menunjukkan produk susu sebenarnya baik tuk kesehatan. Penelitian sebelumnya sudah menyimpulkan produk susu itu buruk.

“Kami menemukan di antara peserta dengan variasi genetik yang kami kaitkan dengan asupan susu yang lebih tinggi, mereka memiliki BMI yang lebih tinggi, lemak tubuh, tetapi yang penting memiliki tingkat kolesterol jahat lebih rendah, ” kata ahli gizi di College of Reading sekaligus penulis utama studi tersebut, Profesor Vimal Karani dilansir dri Daily Postal mail pada Kamis (27/5).

Karani juga menemukan mereka yg memiliki variasi genetik mempunyai risiko penyakit jantung koroner yang lebih rendah secara signifikan. “Semua ini menunjukkan bahwa mengurangi asupan susu mungkin tidak diperlukan untuk mencegah penyakit kardiovaskular, inch lanjut Karani.

Sementara itu, sebuah bernard peneliti menemukan peminum susu memiliki kadar kolesterol yg lebih rendah. Kolesterol terkait dapat menyumbat arteri lalu memicu serangan jantung atau stroke. Namun, penulis studi menemukan peminum susu biasa umumnya memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang lebih tinggi dibandingkan dengan peminum non-susu.

Diketahui, tim dari College of Reading, University associated with South Australia, Southern Australian Health and Medical Research Institute, University College London, dan University of Auckland mengambil pendekatan genetik buat konsumsi susu. Mereka melihat variasi dalam gen laktase terkait dengan pencernaan gula susu yang dikenal sebagai laktosa. Mereka menemukan yang membawa varian tersebut adalah cara yang baik untuk mengidentifikasi mereka yang mengonsumsi lebih banyak susu.

“Tidak ada bukti asupan susu yg lebih tinggi meningkatkan kemungkinan diabetes. Susu telah lama dikenal untuk membantu membangun tulang yang sehat lalu menyediakan tubuh dengan vitamin dan protein tambahan, ” ujar Karani.