SIG Bangun Sarana Prasarana Desa Senilai Rp 1, 94 Miliar

SIG Bangun Sarana Prasarana Desa Senilai Rp 1, 94 Miliar

Bantuan pembangunan sarana serta prasarana desa tersebut merupakan wujud kepedulian SIG

REPUBLIKA. CO. ID,   GROBOGAN — Ratusan kepala keluarga (KK) warga Dusun Wonorejo, Dukuh Tanjungharjo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah patut bersyukur. Banjir yang mengancam kawasan pemukiman dan pertanian setiap musim penghujan, saat ini telah diantisipasi.

Lingkungan mereka mendapatkan kucuran bantuan pembangunan talud irigasi dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG). Selain buat mengantisipasi banjir, bantuan talud sepanjang 300 meter tersebut juga bisa dioptimalkan untuk mendukung irigasi bagi peningkatan produksi pertanian mereka.

Kepala Daerah Tanjungharjo Kabupaten Grobogan, Sugiyono melahirkan, bantuan pembangunan talud tersebut betul berarti bagi warganya, khususnya dengan berada di wilayah Dusun Wonorejo. Selain untuk menampung luapan tirta sungai, talud saluran irigasi itu juga bisa dioptimalkan bagi pengairan lahan pertanian warga.

“Kami bersyukur, menuntaskan sepanjang 300 meter bantuan SIG tersebut memiliki fungsi ganda untuk warga kami di Dusun Wonorejo, ” ungkapnya, usai menerima pelimpahan bantuan talud irigasi dari PT SIG, Sabtu (22/8).

Dia juga mengapresiasi bantuan perbaikan sarana umum buat desanya dari SIG tersebut. Tumpuan yang diterima Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjungrejo tersebut memang dimanfaatkan buat pembangunan talud irigasi guna memerosokkan peningkatan produksi pertanian serta lapangan kerja warga desanya.

Sebab, selama zaman pandemi Covid-19, sebagian warga kampung Tanjungharjo harus kehilangan mata pencaharian. Maka, dalam mengerjakan pembangunan talud irigasi tersebut Pemdes Tanjungrejo membabitkan sedikitnya 58 orang warga kampung yang terpaksa harus kehilangan matapencahariannya tersebut.

Mereka merupakan warga desa setempat yang sebelumnya bekerja di Jakarta sebagai tenaga konstruksi, tukang ojek dan sektor informal lainnya. “Namun karena pandemi Covid-19 membuat mereka kehilangan pekerjaan hingga memutuskan untuk kembali ke kampung halaman, ” jelas Sugiyono.

General Manager of CSR SIG Edy Saraya mengatakan, sandaran pembangunan sarana dan prasarana daerah tersebut merupakan wujud kepedulian kongsi (SIG) untuk mendukung program Negeri dalam percepatan pemulihan ekonomi & mendukung kelancaran aktifitas masyarakat desa.

Lupa satu contoh adalah pembangunan talud irigasi di Desa Tanjugharjo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan ini. Pokok talud yang dibangun memiliki karakter penting untuk pengairan sawah & pencegahan banjir bagi warga. “Dengan demikian secara tidak langsungnakan mampu mendorong peningkatan penghasilan masyarakat pada masa pandemi Covid-19 saat ini, ” katanya.

Edy juga menjelaskan, SIG) mendukung program Pemerintah dalam upaya Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan program Exit Strategy bersifat pembukaan ekonomi secara bertahap menuju tatanan baru Covid-19. Dukungan dengan diberikan diantaranya pembangunan sarana serta prasarana desa di beberapa kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Total bantuan sarana dan prasarana desa yang dikucurkan oleh SIG dalam mendukung PEN kali ini mencapai Rp 1, 94 miliar. Untuk wilayah Jawa Tengah di antaranya diwujudkan dalam pembangunan talud irigasi Dusun Wonorejo dan batas kolam renang Dusun Krajan, Dukuh Tanjungharjo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan.

“Selain itu juga untuk peningkatan berkepanjangan desa serta pembangunan drainase Kampung Bantarpanjang, Kecamatan Cimanggu dan pembangunan talud Desa Penyarang, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, ” ungkapnya.

Sedangkan pada Jawa Timur, lanjutnya, SIG membantu pembangunan sarana ibadah kelompok klub An-Nur, Sampang, Madura; pembangunan pengembangan infrastruktur jalan Desa Jatirejo, Kabupaten Pasuruan dan pembangunan jalan rabat beton, tembok penahan tanah serta pembangunan penerangan jalan umum dalam Kecamatan Besuki, Kabupaten Probolinggo.

Selain itu juga pembangunan Masjid Mangunan Al Bukhori, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo. Pembangunan sarana prasanana umum pada Jawa Tengah dan Jawa Timur tersebut dimulai pada bulan Juli 2020 dan direncanakan sudah rampung pada bulan Oktober 2020 kelak.

Seluruh aktivitas dalam pembangunan sarana serta prasarana desa tersebut semuanya dikerjakan secara padat karya dengan membabitkan warga desa. “Saat ini aktivitas padat karya tunai menjadi opsi sebagai salah satu bagian dibanding upaya penanggulangan dampak pandemi Covid-19, ” tambah Edy Saraya.