Sejenis ini Etika Makan yang Diajarkan Nabi pada Anak-Anak

Sejenis ini Etika Makan yang Diajarkan Nabi pada Anak-Anak

Jauhkan anak dari banyak kenyang.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Tidak ada instruktur yang lebih bagus dan bertambah bersemangat dalam mengajarkan anak-anak selain Rasulullah SAW. Rasulullah SAW menempatkan perhatian besar terhadap anak-anak. Apalagi, ketika Rasulullah makan bersama anak-anak, beliau kerap mengajarkan etika dahar terhadap mereka.

Suatu kali, Umar bin Abi Salamah menceritakan tatkala dia masih kecil ketika berada pada asuhan Rasulullah SAW. Saat sajian, tangan Umar ke sana kemari di atas piring.  

Rasulullah saw SAW kemudian menegurnya. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Rasulullah saw SAW saat itu mengatakan, “Wahai ghulam (anak)! Bacalah basmalah. Makanlah dengan tangan kanan dan makanlah yang dekat denganmu. ”

Huzaifah mengatakan, apabila mereka makan bergandengan Rasulullah SAW, mereka tidak menurunkan tangan hingga Rasulullah SAW dengan memulai dan menaruh tangannya. Suatu kali, mereka makan bersama Rasulullah SAW dan kemudian datang seorang budak perempuan seakan-akan tangannya mau mengambil makanan.  

Rasulullah SAW kemudian memiliki tangannya dan bersabda, “Sesungguhnya lelembut menghalalkan makanan yang tidak disebut nama Allah atasnya, setan tersebut datang bersama wanita ini untuk mengambil makanan, maka saya mempunyai tangannya, ” (HR. Muslim).

Seorang anak benar harus diberikan pendidikan yang cantik tentang etika dalam berbagai kejadian sejak masih dini. Sehingga, rasam baik akan melekat padanya maka dewasa.

Dalam etika makan, Ibnul Qayyim berceloteh, termasuk kesalahan dalam mendidik anak adalah memberikan kesempatan mengambil semua makanan serta banyak makan & minum. Ia mengatakan, yang memutar baik adalah memberi makan seukuran anak yang tidak mengenyangkan. Jadi, bisa memperbagus pencernaan, meminimalisir abu makanan pada tubuh, menyehatkan lembaga, dan mempersempit terkena penyakit.

Ibnul Qayyim langsung berkata, “Apabila Anda menginginkan tubuh anak baik, postur tubuhnya cocok, dan tidak bungkuk, maka jauhkanlah dia dari banyak kenyang. Sebab bila anak-anak sering kenyang, maka akan banyak tidur dan bubar, sehingga terjadi penggelembungan di perutnya dan udara yang berat. ”

Berikut etika makan yang harus diajarkan kepada anak-anak sesuai adab Rasulullah SAW, seperti dikutip dari buku berjudul Cara Nabi Merancang Generasi oleh Syaikh Jamal Abdurrahman.

1. Mengambil makanan dengan lengah kanan.

dua. Membaca basmalah ketika hendak santap dan mengucapkan alhamdulillah setelah santap.

3. Memakan makanan yang dekat dengannya & mengecilkan suapan.

4. Jangan bersegera mengambil makanan sebelum yang lainnya.

5. Jangan memelototi makanan atau kepada orang-orang yang sajian.

6. Tak terburu-buru dalam makan. Hendaknya sasaran dikunyah dengan baik.

7. Tidak terus-menerus menyuap.

8. Tak mengotori wajah dan pakaian.

9. Tidak melecehkan makanan apa pun. Apabila menghendakinya, maka makanlah. Jika tidak senang, maka tinggalkanlah tanpa mencelanya.

10. Membiasakan santap roti tanpa lauk di beberapa waktu, sehingga ia tidak memandang sebagai keharusan. Kemudian membiasakan budak tidak banyak makan dan mengistiadatkan tidak bermegah-megahan dengan makanan serta diajarkan qana’ah (menerima) terhadap makanan yang tidak enak.