Ribuan Orang Ikut Haul, Kapolresta Telah Coba Bubarkan Acara

Ribuan Orang Ikut Haul, Kapolresta Telah Coba Bubarkan Acara

Polisi berupaya membubarkan ribuan orang berkerumun dengan pengeras suara.

REPUBLIKA. CO. ID, TANGERANG — Kapolresta Tangerang, Kombes Ade Ary Syam Indradi mengaku, pihaknya telah melakukan upaya pembubaran terhadap rencana haul akbar Syekh Abdul Qodir Al-Jailani yang digelar di Tempat tinggal Pesantren (Ponpes) Al-Istiqlaliyyah, Kampung Cilongok, Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten pada Satu (29/11) pagi WIB.

Hal itu dilakukan saat terjadi kerumunan kawula, yang melibatkan ribuan orang muncul di lokasi haul. Hanya sekadar, tindakan yang diambil kepolisian bukan dengan cara kekerasan. “Kami mengabulkan upaya pembubaran melalui pengeras bahana, ” ujar Ade saat konvensi pers terkait haul akbar di kantor Bupati Tangerang, Senin (30/11).

Ade tahu hadir dan mendatangi lokasi acara haul. Menurut Ade, ia berharta dalam masjid bersama Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar untuk melakukan upaya pembubaran. Personel yang berjaga juga disebut telah melakukan pembatasan untuk membatasi jamaah yang tetap berdatangan.

Jumlah personel kepolisian yang diterjunkan untuk melakukan pengamanan di acara itu diketahui sebanyak 800 orang. Namun, nyatanya ratusan personel kepolisian tersebut tidak mampu membendung banyaknya massa yang hadir buat mengikuti acara haul akbar, yang jumlahnya membeludak.

Padahal, Ade menyebut, pihaknya telah mengerahkan kesiapan terkait acara itu sejak sebulan yang lalu secara mendalami adanya potensi kerumunan. Terlebih, personel kepolisian telah berjaga-jaga dalam lokasi sejak beberapa hari sebelum acara dimulai. “Kita 24 jam sejak Rabu (25/11), ada di sana melakukan penyekatan, ” ujarnya.

Untuk meneliti terjadinya pelanggaran terhadap protokol kesehatan tubuh pencegahan Covid-19, Ade mengatakan, dia memanggil delapan orang untuk dimintai keterangan ihwal kerumunan yang berlaku di acara tersebut dan mengabulkan penyelidikan terkait adanya tindak pidana, diantaranya tindak pidana tidak mengindahkan perintah petugas yang sah.

Dari gambar yang beredar, ribuan orang tampil di acara pengajian tersebut. Pada kerumunan itu, tidak ada dengan menjaga jarak. Terlihat pula masyarakat yang hadir ada yang tidak memakai masker. Hanya saja, alat tidak berupaya membubarkan atau mendiamkan acara itu.