Rekonstruksi Gaza Berjalan, Tapi Solusi Politik Diperlukan

IHRAM. CO. ID, YERUSSALEM — Wakil Koordinator Khusus untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Lynn Hastings mengutarakan tanggapan kemanusiaan untuk Gaza setelah serangan Israel pantas berlangsung. Tapi dia serupa menekankan perlunya solusi kebijakan untuk menghentikan konflik.

“Upaya mendesak untuk memperbaiki status di Gaza harus bergerak maju dengan cepat. Tetapi jangan sampai kita meneledorkan tujuan yang lebih luas. Menyelesaikan konflik Israel-Palestina, menutup pendudukan dan mewujudkan solusi dua negara berdasarkan pernyataan PBB, resolusi internasional, norma dan perjanjian bilateral, ” katanya saat berbicara kepada Dewan Keamanan PBB dilansir dari Wafa News, Kamis (30/7).

Hastings juga mengatakan kerusakan lantaran 11 hari serangan Israel di Gaza diperkirakan antara Rp 4, 1 triliun sampai Rp 5, 4 triliun menurut penilaian oleh Bank Dunia dan Asosiasi Eropa.   Kerugian ekonomi diproyeksikan hampir Rp dua, 8 triliun.

Sektor sosial Gaza dikatakan juga terdampak parah dengan melemahkan jaring pengaman sosil bagi penduduk yang paling rentan. Sementara pemulihan dan rekonstruksi segera dan jangka pendek dapat menelan beban hingga Rp 6, 9 triliun.

“Upaya internasional dikoordinasikan oleh PBB untuk melaksanakan respon kemanusiaan dan menstabilkan situasi di lapangan di Gaza sedangkan berjalan dengan baik”, cakap Hastings, yang juga merupakan Koordinator Residen dan Pemimpin Kemanusiaan PBB di Timur Tengah.

“Sejauh ini, sekitar Rp 648 miliar dari permintaan Rp 1, 3 triliun sudah dikumpulkan untuk konsolidasi kemanusiaan kilat yang diterbitkan oleh PBB pada bulan Mei, “tambahnya.

Hasting menggarisbawahi kesiapan PBB serta mitra untuk melaksanakan gagasan pemulihan dan rekonstruksi, berkoordinasi dengan otoritas Israel serta Palestina, Mesir, Qatar serta entitas regional dan internasional lainnya.

Dia mengatakan bahwa sementara Israel telah mengizinkan masuknya kira-kira barang ke Jalur Gaza yang terkepung, termasuk target bakar untuk Pembangkit Elektrik Gaza. Menurutnya, tanpa masuknya barang secara teratur dan dapat diprediksi ke Gaza, respons akan berisiko & mata pencaharian, serta ekonomi yang lebih luas, akan terpengaruh.   Peningkatan pergerakan dan akses juga penting untuk stabilitas yang tahan lama.

“Ke depan, dan dengan sokongan donor tambahan, bantuan tunai kemanusiaan PBB yang ada atau program lain bisa dengan cepat ditingkatkan untuk menjangkau puluhan atau ratusan ribu warga Palestina dalam Gaza, ” katanya.

“Sementara intervensi kemanusiaan yang mendesak dapat memberikan bantuan penting dalam jangka pendek, setiap masa pendahuluan yang berkelanjutan di Gaza membutuhkan solusi politik.   Saya kembali menegaskan perlunya kembalinya Pemerintah Palestina yang sah ke Jalur Gaza, “ungkapnya.

Beringsut ke hal terkait, Hastings menyoroti situasi keuangan di badan PBB yang positif rakyat Palestina, UNRWA, yang menghadapi kekurangan Rp satu, 4 triliun. Krisis aliran kas dapat mempengaruhi introduksi kembali sekolah untuk separuh juta anak di Gaza, dan merusak program kemanusiaan dan pemulihan dini dalam sana.

“Saya sekali lagi mengimbau semua donor, termasuk yang berasal dari kawasan Arab, untuk mempertahankan tingkat pendanaan tahun-tahun terakhir dan memajukan pencairan dana sebanyak mungkin buat menghindari gangguan layanan istimewa dan bantuan kemanusiaan”, katanya.