Publik Muslim Norwich Merasa Diterima Baik Masyarakat

Masyarakat menerima cantik Komunitas Muslim Norwich.

REPUBLIKA. CO. ID, t NORWICH — Rentetan insiden rasis baru-baru ini di kota Norwich, Inggris, tidak lantas membuat komunitas Muslim dalam kota itu merasa khawatir. Anggota pengurus masjid dalam kota sebelah timur laut London itu mengatakan bahwa komunitas Muslim di sana merasa sangat didukung serta diterima dengan baik sebab masyarakat luas.

Komentar itu muncul setelah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Palestina bulan lulus, yang menurut badan amal anti-rasisme telah turut memicu peningkatan kejahatan berlatar antipati agama.

Di dalam kasus di Norwich, pada 14 Mei 2021 semrawut anggota Sinagoga Adat Yeshua Messianic di Essex Street tiba-tiba menemukan swastika yang dioleskan di pintunya. Tak lama berselang, pada 15 Mei 2021 grafiti Islamofobia disemprotkan dengan cat kuning di trotoar dekat Langgar Pusat Norwich dan Induk Komunitas Islam di Aylsham Road.

Terlepas dari kejadian rasis demikian, sekretaris Langgar Pusat Norwich, Sirajul Agama islam (52), mengungkapkan bahwa komunitasnya merasa ‘terpisah’ dari kejadian yang terjadi di luar negeri. Dia ingin orang-orang Norwich dapat membuat perbedaan yang sama.

Islam mengatakan, sulit untuk mengomentari seberapa besar apa yang terjadi di tempat asing mempengaruhi apa yang orang pikirkan di Norwich. Sebab dua kali dalam dua bulan terakhir ini, langgar tersebut mengalami insiden grafiti dan tahun sebelumnya langgar mengalami serangan upaya pengabuan. Namun, menurutnya, mereka dengan bertanggung jawab atas kejadian demikian merupakan minoritas dengan sangat kecil dari orang-orang bodoh.

“Muslim disini tidak ada hubungannya dengan apa yang telah terjadi atau tengah berlaku di Timur Tengah. Ana merasa terpisah dari tersebut. Ini adalah rumah ana, dan kami memiliki ikatan yang baik dengan tetangga kami, ” kata Agama islam, dilansir di Eastern Daily Press, Senin (7/6).

Meningkatnya kejahatan kebencian itu menurut Islam pokok orang-orang yang mendapatkan begitu banyak informasi melalui jalan sosial tentang apa dengan terjadi di dunia, dan kemudian bereaksi di negeri mereka. Namun secara umum, Islam mengaku komunitas Muslim telah mendapat curahan dukungan belum lama. Muslim di sana dikatakannya telah melakukan penentangan terhadap rezim di Israel bersama orang-orang dari semua lapisan masyarakat.

“Masih ada insiden Islamofobia, dan masing-masing terlalu penuh, tetapi secara keseluruhan hamba katakan komunitas kami merasakan sangat diterima, ” ujarnya.

Wali Langgar Pusat Norwich sekaligus bagian dewan kota Costessey, Iftekhar Alam (45), mengatakan akan selalu ada beberapa karakter yang menolak untuk dididik.

Di langgar lama di Rose Lane, misalnya, mereka biasa menemui orang-orang memecahkan jendela dan melempari mereka dengan kurang ajar.

“Hal-hal tersebut memang membuat kami khawatir, tetapi pada akhirnya orang-orang sangat ramah di sini, ” katanya.

Sementara itu, Tell IBU, sebuah kelompok pemantau Islamofobia, mencatat 56 insiden anti-Muslim antara 8 Mei dan 17 Mei 2021 dengan nasional. Sementara Community Security Trust, yang memantau anti-Semitisme, mencatat 116 insiden jarang 8 Mei dan 19 Mei 2021, dibandingkan masing-masing 13 dan 19 di dalam pekan sebelumnya. (Kiki Sakinah)