PTM di Surabaya Diklaim Berlaku Sesuai Aturan

Dinas Pendidikan Praja Surabaya mengaku mengevaluasi PTM setiap hari.

REPUBLIKA. CO. ID, SURABAYA — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) hari pertama di kurang sekolah di Kota Hero, Senin (6/9). Eri mengiakan, pelaksanaan PTM di Surabaya telah sesuai Inmendagri serta SKB Empat Menteri. Di setiap sekolah yang menjalankan PTM juga dipastikan telah menyimpan pembelajaran melalui hybrid .

“Tinjauan ke sekolah-sekolah tersebut untuk memastikan proses PTM itu bisa berjalan serasi dengan Inmendagri, ” sekapur Eri, Senin (6/9). Eri pun mengingatkan Satgas Covid-19 Sekolah agar tak mundur mengingatkan peserta didik biar tetap disiplin menjalankan adat kesehatan.

Kepala Dispendik Kota Surabaya, Supomo menyatakan, pihaknya akan melayani evaluasi setiap hari kepada 15 lembaga pendidikan jenjang SMP yang telah melakukan PTM. Setiap lembaga pelajaran ini diwajibkan mengirimkan video suasana PTM kepada Dispendik Surabaya.

“Kita lakukan evaluasi setiap keadaan pelaksanaan PTM di Surabaya. Tim dari Dispendik serupa setiap hari turun ke sekolah. Selain itu, itu (pihak sekolah) setiap hari juga wajib mengirimkan gambar PTM sebagai bahan pertimbangan ke depannya, ” kata Supomo.

Supomo menyebut, evaluasi tak cuma dilakukan kepada lembaga pendidikan yang melaksanakan PTM. Akan tetapi, juga berlaku bagi madrasah yang masih melaksanakan simulasi. “Kita evaluasi juga dengan melaksanakan simulasi. Baik itu SD atau SMP yang simulasinya berjalan baik, akan ditingkatkan ke PTM, ” ujarnya.

Kepala SMP 17 Agustus Surabaya, Wiwik Wahyuningsih menambahkan, tidak mudah menyiapkan PTM di lembaga pendidikan yang dipimpinnya. Apalagi, pelajar yang mengikuti PTM juga harus melalui persetujuan orang tua.

“Memang untuk PTM ini tidak semudah yang diperkirakan. Kami sendiri sudah berkali-kali melakukan simulasi itu pun tidak mudah, karena komitmen dari orang gelap juga harus sanggup antarjemput anaknya, ” kata tempat.