Psikolog Jelaskan Kaitan Stres Pandemi & Adiksi Narkoba

Psikolog Jelaskan Kaitan Stres Pandemi & Adiksi Narkoba

Pandemi memberi tekanan kepada mereka yang rentan fisik, mental, dan baik.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Penyanyi Reza Artamevia diciduk polisi karena kasus narkoba di Jumat (4/9) lalu. Penangkapannya menaikkan jajaran pesohor Tanah Air yang terjerat kasus narkoba sepanjang 2020 ini.  

Lantas adakah hubungan antara artis yang mengonsumsi narkoba dan pandemi Covid-19 yang berlaku sejak awal Maret lalu? Psikolog Klinis dan Forensik Kasandra Putranto mengatakan, untuk mengetahui alasan ataupun pemicu Reza mengonsumsi narkoba haruslah melalui pemeriksaan langsung.  

Namun, ia tak mencuaikan kemungkinan adanya kaitan antara pandemi Covid-19 dan makin banyaknya ilustrator yang mengonsumsi barang haram tersebut. Pagebluk yang masih melanda Nusantara ini, kata dia, memang memberikan tekanan kepada mereka yang sensitif secara fisik, mental, dan baik, tak terkecuali pada artis dengan kini mulai jarang mendapat usulan pekerjaan.  

Tekanan-tekanan itu bisa menyebabkan seseorang kemerosotan. Apalagi, mereka yang memang sudah mengidap masalah psikologis sebelumnya.  

Depresi tersebut, nyata dia, pada orang tertentu mampu menjadi pemicu untuk kecanduan narkoba alias adiksi. “Adiksi dan kemunduran adalah dua gangguan yang saling terkait satu sama lain. Biasanya mereka yang mengalami adiksi juga mengalami depresi. Dan sebaliknya, itu yang mengalami depresi akan dengan mudah terjerat adiksi, ” sekapur Kasandra kepada Republika , Ahad (6/9).

Potensi seseorang yang mengalami depresi berujung mengonsumsi narkoba akan semakin tumbuh jika dia sudah memiliki riwayat adiksi sebelumnya. “Reza sudah punya riwayat sebelumnya, kan, ” kata dia.  

Reza pernah ditangkap terkait kejadian narkoba jenis sabu pada 2016. Namun, lanjut dia, pandemi tak mengakibatkan depresi pada semua orang.   Karena itu, tak mampu serta merta ditarik kesimpulan kalau artis mengonsumsi narkoba karena pandemi.

“Dengan kata asing, artis yang sepi job bila tidak memiliki depresi harusnya sebenarnya akan tetap baik-baik saja, ” ucapnya.

Bagi itu yang mengalami depresi, lanjut dia, tak seharusnya berujung dengan menggunakan narkoba. Mereka sebaiknya memilih untuk menjalani terapi.

“Depresi dan adiksi disebabkan karena gangguan otak kronis. (Oleh karena itu) harus berada dalam pengawasan dokter/psikiater dan psikolog untuk rehabilitasi, ” ucapnya.

Reza Artamevia ditangkap di sebuah restoran di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, dalam Jumat malam. Ia kedapatan mendatangkan sabu, jenis narkoba yang serupa saat ia ditangkap pada 2016. Setelah diperiksa, ia diketahui positif mengonsumsinya.

Reza bukanlah pesohor pertama yang diciduk karena kasus penyalahgunaan narkoba pada tahun 2020 ini. Sebelumnya sudah tersedia eks drummer BIP Jaka Hidayat, drummer J-Rocks Anton Rudi Kelces, artis senior Tio Pakusadewo, bekas model Catherine Wilson, Ridho Ilahi, Jerry Lawalata, dan Dwi Sasono.