Pra Ponpes Dibuka Sebaiknya Lakukan Ulangan Covid-19

Pra Ponpes Dibuka Sebaiknya Lakukan Ulangan Covid-19

Ketentuan di dalam SKB Empat Menteri juga sahih di lingkungan pondok pesantren.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Wasekjen Federasi Serikat Instruktur Indonesia (FSGI) Fahriza Marta Semenanjung mengusulkan, agar sebelum pondok pesantren dibuka agar melakukan tes Covid-19 baik tes swab atau rapid test kepada warga pesantren. Kejadian ini untuk mencegah pondok pesantren kembali menjadi klaster Covid-19.

“Jaminan kesehatan warga tempat tinggal pesantren juga hendaknya benar-benar diperhatikan sebelum membuka pondok pesantren secara swab test atau rapid test, ” kata Fahriza, pada Republika , Senin (14/12).

Dia mengatakan, ketentuan pada SKB Empat Menteri juga berlaku di lingkungan pondok pesantren. Menurutnya, SKB Empat Menteri juga harus diperkirakan terlaksana dengan baik di jambar pesantren, seperti membentuk gugus perintah, memiliki fasilitas yang memenuhi aturan kesehatan, surat dari gugus suruhan pemerintah daerah, pengaturan tempat rebah, dan lainnya.

Menurutnya, harus dipastikan pondok pesantren yang melaksanakan pembelajaran tatap muka telah memenuhi daftar periksa yang didata dalam EMIS Kemenag. Jangan sampai tersedia pondok pesantren yang mengabaikan keyakinan SKB Empat Menteri terkait daftar periksa.

Ke depannya, sendat Fahriza, mengingat waktu liburan dengan akan berlangsung dalam waktu depan, FSGI berharap agar pondok benar-benar siap melaksanakan pembelajaran tatap muka sesuai dengan SKB Empat Menteri. Kemenag juga diminta mengabulkan pengawasan dalam upaya membuka jambar pesantren.

“Dan bagi tempat tinggal pesantren yang tidak memenuhi keyakinan SKB Empat Menteri, tetapi tentu membuka sekolah agar diberi sanksi, ” kata dia lagi.