Polresta Surakarta Sita Puluhan Motor Berknalpot Brong

Pemilik kendaraan yang ingin mengambil motor harus mengganti knalpot standar zaman.

REPUBLIKA. CO. ID, SOLO — Polres Kota Surakarta telah melayani tilang pada puluhan unit kendaraan sepeda motor berbagai merek yang melanggar metode berkendara dengan memakai knalpot tidak standar atau brong , yang mengeluarkan suara memekakkan telinga . Mesin dengan knalpot brong mengacaukan warga Solo.

Kasat Samapta Polresta Surakarta, Kompol Sutoyo menuturkan, sebesar 32 unit kendaraan roda motor berknalpot brong itu, kini sudah diserahkan serta diperiksa petugas satuan morat-marit lintas untuk ditilang.

Sutoyo mengatakan, peristiwa tersebut berawal daripada laporan masyarakat adanya sekelompok anak muda yang berkumpul dengan mengendarai kendaraan secara knalpol brong di Bulevar Bhayangkara, tepatnya depan Gelanggang Sriwedari, Kota Solo pada Rabu (11/8).

“Kami ada keterangan masyarakat langsung menurunkan bagian ke lokasi dan ternyata benar ada kelompok anak muda yang semua menggunakan kendaraan knalpot brong melaksanakan resah masyarakat, ” sekapur Sutoyo di Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis (12/8).

Pihaknya langsung melakukan pemeriksaan instrumen bersama pemiliknya untuk dikasih pembinaan. Kendaraan bersama pemiliknya dibawa ke Mapolresta Surakarta, untuk dilakukan pemeriksaan serta diserahkan kepada Satlantas biar ditindak.

“Ada 32 unit organ sepeda motor berknalpot brong diamankan karena menyalahi susunan berkendaraan. Mereka setelah berkonvoi dan membuat suara ribut serta meresahkan masyarakat, ” kata Sutoyo.

Kepala Satlantas Polresta Surakarta, Kompol Adhityawarman Gautama Putra mengatakan, sebanyak 32 unit kendaraan sepeda motor dengan disita diberi tilang. Hal itu karena kendaraan ersebut telah melanggar aturan berkendara dengan memakai knalpol tidak standar pabrikan.

Selain memakai knalpol brong , sambung dia, kendaraan serupa ada yang tidak mengindahkan kaca spion dan pelat nomor kendaraan. Pelanggar setelah ditilang dan membayar administrasi pelanggaran saat sidang, introduksi Adhityawarman, mereka selanjutnya bisa mengambil kendaraannya di Mapolresta Surakarta.

Meski begitu, ia meluluskan catatan, jika pengendara mau mengambil motor maka syaratnya harus mengganti knalpot dengan asli di tempat terlebih dahulu. Pihaknya berpesan kepada warga agar menaati metode berkendara di jalan. Sehingga, selain untuk keselamatan diri sendiri juga pengguna bulevar lainnya di Kota Solo.