Perkiraan Kesehatan Corona Diprediksi Cuma Terserap 83 Persen

Perkiraan Kesehatan Corona Diprediksi Cuma Terserap 83 Persen

Abu anggaran kesehatan yang tak terserap akan digeser ke program hangat.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Pemerintah memperkirakan taksiran kesehatan dalam program penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hanya terserap 83 persen datang akhir tahun. Oleh karena tersebut, akan ada realokasi anggaran ke program-program yang dinilai lebih efektif dalam menyerap pagu anggaran.

Sekretaris Menteri Koordinator Dunia Perekonomian Susiwijono menjelaskan, dari buatan analisis, proyeksi penyerapan bidang kesehatan tubuh sampai dengan akhir tahun hendak mencapai Rp 72, 73 triliun dari total anggaran Rp 87, 55 triliun.

Sisa anggaran sebesar Rp 14, 82 triliun yang tidak terserap dalam pos kesehatan itu akan ‘digeser’ ke program baru yang masih dalam kelompok persis, yakni kesehatan. “Namun, dengan usulan program baru yang lebih operasional dan bisa realisasikan anggaran, ” ujar Susiwijono ketika dihubungi Republika. co. id, Rabu (26/8) suangi.

Habituasi anggaran ini akan dibahas secara mendetail oleh pejabat terkait. Pada antaranya Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara selaki Wakil Ketua Satuan Tugas PEN, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sebagai Wakil Kepala Komite Penanganan Covid-19 dan PEN serta Kepala BNPB Doni Monardo selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19.

Susiwijono mengatakan, pembahasan direncanakan dilakukan pada Kamis (27/8). Beberapa isu yang akan didiskusikan adalah proyeksi penyerapan tiap program sampai dengan akhir tahun hingga berapa besaran taksiran yang berpotensi belum terserap. “Ini untuk segera disiapkan usulan rencana baru, ” tuturnya, saat dihubungi terpisah.

Sementara itu, Staf Khusus Gajah Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo menyebutkan, proyeksi penyerapan 83 persen dihitung berdasarkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang telah disusun sampai dengan tutup tahun.  

Biar proyeksi penyerapan tidak maksimal, Yustinus memastikan, pemerintah tetap melakukan monitoring realisasi penggunaan anggaran kesehatan dengan berkala. “Terus didorong dan dimonitor agar penyerapannya maksimal, ” katanya.

Menunjuk pada data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), per Rabu (19/8), tingkat penyerapannya masih sebesar 7, 36 triliun, atau sekitar 8, 4 obat jerih dari alokasi anggaran yang disiapkan, Rp 87, 55 triliun. Realisasi ini sudah tumbuh 23, 4 persen dibandingkan semester pertama 2020.