Pemprov DKI Tegaskan Formula E Bukan Pemborosan APBD

Pemprov DKI Jakarta malah yakin, Metode E akan memberikan laba ekonomi.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membantah ajang balapan mobil listrik Formula E di Ibu Kota adalah pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemprov DKI Jakarta malah yakin, lomba itu akan memberikan manfaat ekonomi.

Dalam dokumen klarifikasi Metode E yang dikeluarkan Biro Komunikasi Informatika dan Statistik DKI Jakarta pada laman Pejabat Pengelola Informasi Pengumpulan (PPID) DKI Jakarta, Rabu (29/9), disebutkan bahwa hampir semua pergelaran dunia, tiba Asian Games, Olimpiade, Metode 1, MotoGP hingga Formula E membutuhkan dana dari pemerintah.

“Asian Games 2018, MotoGP Mandalika Maret 2022, dan Formula E Juni 2022 bukan pemborosan APBN/APBD, karena memberikan khasiat ekonomi dan reputasi yang luar biasa bagi Nusantara, ” tulis Pemprov DKI.

Untuk manfaat ekonomi dari Formula E, dijelaskan dapat menyampaikan stimulus ekonomi dan multiplier efek. Selain itu, ada manfaat reputasi, citra Nusantara dan Jakarta akan semakin baik di dunia lantaran Formula E, sehingga bisa menstimulus turis dan investasi.

Bertambah lanjut, dalam keterangan tercatat tersebut, Pemprov menyatakan tidak ada dana bersumber daripada APBD untuk penyelenggaraan ajang Formula E beberapa tahun ke depan, selain janji fee sejumlah Rp 560 miliar (untuk tiga tahun). Akibat pandemi, dijelaskan sudah dilakukan review ulang tempat semua kerja sama Metode E di semua kota, termasuk Jakarta.

Hasil kesepakatan hangat antara Jakpro dengan FEO, adalah periode pelaksanaan disesuaikan menjadi 3 tahun, yaitu 2022, 2023, dan 2024. Untuk biaya komitmen fee yang telah dibayarkan sebesar Rp 560 miliar itu, Pemprov menyebut bukan cuma untuk tahun pertama penyelenggaraan, namun semua tahun.

Biaya itu dibayarkan sebelum adanya pandemi Covid-19, yakni pada 2019. “Tidak ada lagi bunga biaya dari APBD buat pelaksanaan Formula E, baik untuk 2022, 2023 serta 2024. Biaya pelaksanaan mulai tahun sekitar Rp150 miliar, tidak dibayar oleh APBD tapi akan bersumber dari sponsorship yang akan dikerjakan oleh Jakpro, ” tulis Pemprov.

Sebelumnya, pemborosan soal penyelenggaraan Formula E sempat disinggung oleh Fraksi PDI Perjuangan di DPRD DKI Jakarta. PDIP menyatakan, ada daya pemborosan anggaran hingga Rp4, 48 triliun untuk penyelenggaraan ajang balap mobil listrik Formula E selama lima musim di Jakarta.

sumber: Antara