Patungan adalah Kepedulian terhadap Status Pertahanan

Gerakan ini dimaknai jadi bagian dari koreksi jemaah kepada pemerintah

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Dukungan Ustadz Abdul Somad (UAS) terhadap anjuran patungan  beli kapal selam  yang digagas oleh tokoh masjid Jogokaryan, Jogjakarta, sanggup dimaknai sebagai wujud afeksi terhadap kondisi pertahanan negeri. Peremajaan alutista adalah pokok namun anggaran untuk pengadaannya juga tidak sedikit.

Hal ini disampaikan anggota Komisi I DPR, Almuzzammil Yusuf, terkait secara gagasan patungan pembelian kapal selam. Menurutnya, ajakan patungan beli kapal selam tersebut adalah bagian dari poin konstitusionalitas sebagai warga negeri yang diatur di dalam Pasal 30 UUD 1945 terkait dengan hak & kewajiban warga negara dalam usaha pertahanan dan kesejahteraan negara.

“Pasal 30 ayat (1) UUD NRI Tahun 1945 menyebutkan Tiap-tiap masyarakat negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara , ” ungkap Almuzzammil, pada republika. co. id, Senin (26/4).

Sementara di Pasal 30 ayat (2) UUD NRI1945 menuturkan, (2) Jalan pertahanan dan keamanan negeri dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat dunia oleh Tentara Nasional Nusantara dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, sebagai kekuatan istimewa, dan rakyat, sebagai kekuatan pendukung.

Gerakan “patungan beli kapal selam” ini, menurut Almuzzammil,   belum tentu pas. Hal ini karena makna kapal selam yang ada saat ini sangatlah garib. Akan tetapi paling tidak, gerakan ini dimaknai jadi bagian dari  koreksi terbuka kepada pemerintah

Pemerintah bersama DPR yang bertugas menetapkan APBN ke depannya harus dapat merumuskan hal yang paling urgen terlebih dahulu. “Misalnya sekadar, ungkap dia, timbul suatu pertanyaan, mana yang bertambah penting dan menjadi prioritas, membangun ibu kota mutakhir atau memperkuat armada bahar dan industri kelautan nusantara? ” kata dia.

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar yang dikelilingi lautan luas dengan garis pantai yang panjang, seyogyanya harus memiliki armada laut yang kuat & disegani. Diperkirakan 44 % dari lalu lintas laut global dan 95% sejak kapal di wilayah Asia Pasifik melintasi perairan Indonesia.

Belum lagi dengan kekayaan daerah laut yang melimpah meruah, termasuk hasil bumi bagaikan minyak dan gas, perikanan dan kekayaan laut lainnya yang selalu menjadi incaran negara lain.

Almuzzammil mengajak masyarakat buat mengirimkan doa terbaik untuk prajurit TNI AL yang gugur di KRI NANGGALA 402. ”Perlu kita selidiki betul sebab musabab tenggelamnya KRI NANGGALA 402, agar tidak terjadi lagi dalam kemudian hari. Jayalah  TNI-ku, ” ungkap Muzzammil.