Museum London Visualisasi Mimpi Warga London Selama Pandemi

Museum London Visualisasi Mimpi Warga London Selama Pandemi

Terbaring dan pola tidir adalah peristiwa yang pertama bergeser selama pandemi Covid-19

REPUBLIKA. CO. ID, LONDON — Proyek The Guardians of Sleep oleh Museum of London, bekerja sama dengan Museum of Dreams di Western University di Kanada, meminta warga London untuk berbagi mimpi yang mereka alami saat Covid-19 melanda negeri.

Foteini Aravani, kurator digital di Museum of London, mengatakan karya tersebut adalah bagian dari upaya museum untuk menceritakan kisah London melalui pandemi. “Tidur dan pola tidur kita, adalah salah satu hal pertama dengan bergeser dan berubah, segera setelah lockdown terjadi, ” katanya dilansir di The Guardian, Jumat (27/11).

“Yang ingin saya tangkap ialah pengalaman bahwa mungkin pandemi tidak hanya memengaruhi kehidupan sadar kita, tetapi juga alam bawah sadar kita, kehidupan mimpi kita. ” jelasnya.

Tim itu meminta warga London yang ingin membagikan mimpi pandemi mereka untuk menghubungi melalui email sebelum 15 Januari 2021, melalui info@museumofdreams. org, dengan wawancara diharapkan akan dilakukan pada bulan Februari melalui Zoom dalam format audio atau video.

“Secara historis dan tradisional, museum telah mengumpulkan mimpi, tetapi bukan jadi pengalaman langsung, kebanyakan sebagai penggambaran dan visualisasi, lukisan dan tulisan, ” papar Aravani.

Menurut Aravani, pihak museum ingin membuka koleksi kami untuk warga London dan memasukkan mimpi dengan kata-kata mereka sendiri dalam koleksi museum. Ini dinilai sedikit menantang definisi objek museum.

Proyek ini akan menangkap berniat tanpa interpretasi atau analisis, namun kesaksian akan tersedia untuk penelitian. “Saya ingin suara para pemimpi ada dalam koleksi kami, ” kata Aravani.

Sementara itu, peneliti di seluruh negeri sedang mengerjakan proyek untuk mendapati caranya Covid-19 memengaruhi pikiran orang saat mereka tidur. Dr Valdas Noreika, dosen psikologi di Queen Mary University of London, yang mengerjakan salah satu studi itu, menyambut baik proyek museum itu.

“Sudah ada fakta awal bahwa pandemi Covid mengubah pola tidur dan isi mimpi kita. Misalnya, orang melaporkan bertambah banyak kata-kata marah dan sedih, dan sering disebut kontaminasi & kebersihan dalam mimpi pandemi, ” jelas Dr Noreika.

Menurutnya, mimpi warga London dengan dikumpulkan selama pandemi akan menjelma sumber informasi yang sangat berharga bagi sejarawan, ilmuwan, dan artis di masa depan yang gandrung pada bagaimana pandemi tidak hanya memengaruhi pikiran saat kita bentuk tetapi juga pengalaman terdalam kita mimpi dan mimpi buruk.