MUI: Lama Proses Sertifikasi Halal Bersandar Kelengkapan

MUI: Lama Proses Sertifikasi Halal Bersandar Kelengkapan

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Menteri Petunjuk (Menag) Fachrul Razi sebelumnya mengutarakan, bahwa proses sertifikasi halal nantinya akan dipercepat menjadi 21 keadaan dari sebelumnya mencapai 93 keadaan saat Omnibus Law (UU Membikin Kerja) berlaku. Waktu 93 hari dinilai lama, sehingga Badan Pemangku Jaminan Produk Halal (BPJPH) mutakhir menerbitkan ratusan sertifikat halal dibanding ribuan pemohon yang mendaftar.

Sekretaris Dewan Halal Nasional (DHN) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan, mengatakan secara umum lamanya pembuatan sertifikat halal tergantung pada kelengkapan berkas persyaratan dari karakter usaha dengan sistem Cerol (sistem pelayanan sertifikasi halal LPPOM MUI secara daring). Selain itu, menurutnya, bahan yang digunakan pelaku usaha dalam pembuatan produk juga besar.

Misalnya, ketika bahan produk itu menggunakan daging, maka telusur terhadap daging tersebut dilakukan secara tuntas, sehingga bisa dipastikan kehalalan daging tersebut.   “Jadi semakin kompleks bahan yang digunakan, seperti vaksin, maka waktu telusur terhadap bahan vaksin akan semakin lama, ” kata Amirsyah, menggunakan pesan elektronik kepada Republika. co. id , Rabu (16/9).

Namun demikian, ia mengatakan kalau waktu telusur kehalalan produk memang bisa disepakati waktunya bagi pemangku kepentingan agar waktu terukur. Bertambah lanjut, Amirsyah mengatakan bahwa kebulatan berkas persyaratan dan bahan keluaran tersebut sudah terukur dalam Pola Jaminan Halal (SJH) yang kudu dipahami pelaku usaha. Setelah lengkap, dokumen tersebut kemudian diajukan kepada Komisi Fatwa untuk difatwakan sebab MUI.

Sementara itu, Direktur Audit Halal Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, serta Kosmetika (LPPOM) MUI, Muti Arintawati, sebelumnya menuturkan bahwa proses sertifikasi halal bisa dilakukan secara segera dan mudah. Namun dengan catatan, para pelaku usaha memahami jalan produksi halal. Dalam hal itu, pelaku usaha harus sudah mengarungi terhadap proses persyaratan sertifikasi halal.

Bila tidak, dalam proses audit akan ditemukan kekurangan yang harus diperbaiki. Dengan demikian, proses sertifikasi legal akan semakin lama karena kemaluan waktu untuk memperbaikinya.   “Akan lebih mudah & cepat proses sertifikasi halal kalau kehalalan bahan baku sudah terjamin. Di sini sering terjadi permasalahan, ” kata Muti, dikutip daripada laman LPPOM MUI.

Bahkan menurutnya, metode sertifikasi halal bisa berlangsung hanya dalam dua atau tiga minggu saja, jika pelaku usaha sudah memahami proses produksi halal. Dia mengatakan, rata-rata LPPOM MUI melangsungkan proses sertifikasi halal 40 keadaan kerja, dan jangka waktu memutar lama hingga setahun.