MUI Belum Putuskan Pedoman Ibadah Idul Adha

MUI Belum Putuskan Pedoman Ibadah Idul Adha

MUI belum memutuskan dan masih melakukan kupasan serta pengumpulan informasi.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Majelis Ustaz Indonesia (MUI) belum mengeluarkan petunjuk ibadah Idul Adha tahun itu. MUI masih menunggu perkembangan situasi dan kondisi pascamasa transisi Penyekatan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilalui sejumlah daerah.

Ketua Komisi Seruan dan Pengembangan Masyarakat MUI, Muhammad Cholil Nafis mengatakan pihaknya masih melakukan kajian dan pengumpulan fakta. Setelah pembahasan tuntas maka kaidah ibadah Idul Adha baru dikeluarkan MUI. “Kami lihat kondisi sesudah masa transisi ya. Nanti menentang saja dua atau tiga pekan ke depan baru ada kesimpulan, ” kata Kiai Cholil dalam Republika. co. id, Kamis (25/6).

Namun Cholil memastikan prinsip menjaga keselamatan diri merupakan yang utama dalam ibadah di tengah pandemi Covid-19. Jadi seperti halnya pedoman ibadah Idul Fitri, Muslim tetap diminta menaati protokol kesehatan.

“Protokol kesehatan seperti memakai masker, terbuka jarak, membersihkan tangan itu tentu ya. Kalau untuk keputusan lainnya tunggu saja, ” ujar pemrakarsa Nahdlatul Ulama itu.

Sebelumnya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dulu menerbitkan pedoman pengamalan ibadah di hari raya Idul Adha 1441 H sehubungan pandemi Covid-19 yang belum selesai. Arahan itu tercantum dalam Surat Edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 06/EDR/1. 0/E/2020 tentang Tuntunan Ibadah Puasa Arafah, Idul Adha, Kurban dan Protokol Ibadah Qurban pada Kala Pandemi Covid-19.

Daya pedoman itu di antaranya perkara Puasa Arafah dilaksanakan setiap tanggal 9 Zulhijjah yang untuk tahun ini jatuh pada Kamis 30 Juli. Kemudian umat Muslim dianjurkan Shalat Idul Adha dilakukan dalam rumah bersama anggota keluarga masing-masing. Anjuran ini dikecualikan bagi Muslim di zona hijau atau tidak terdampak Covid-19.