Menyuarakan Adzan Bagi Orang yang Pergi Haji

IHRAM. CO. ID,   JAKARTA — Adzan tidak dikumandangkan ketika zaman sholat saja. Adzan juga disunnahkan dikumandangkan untuk karakter yang akan pergi haji.

Gus Arifin dalam bukunya Ensiklopedi Fiqih Haji serta Umrah corak revisi mengatakan kesunnahan adzan untuk orang pergi haji ini dibahas dalam wacana I’anatut Thalibin (1/268) dengan juga merujuk pada riwayat sahabat Rasulullah.

“Kalimat menjelang bepergian bagi musafir maksudnya adalah disunnahkan adzan & iqamah bagi seseorang yang hendak bepergian berdasarkan hadits shahih Abu Ya’la di Musnadnya. Abi Syaibah berceloteh, “Sebaiknya tempat adzan dengan dimaksud itu dikerjakan selama bepergian dan perginya tersebut tidak untuk bermaksiat. ” 

Selain itu, juga ada keterangan dari kitab itu bahwa sahabat Bilal tak pernah mengumandangkan adzan buat seseorang setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, kecuali sekali ketika Umar bin Khattab berkunjung ke negeri Syam. Saat itu, orang-orang menangis terharu sejadi-jadinya.

Riwayat lain menceritakan Bilal mengumandangkan adzan pada waktu wafatnya Bubuk Bakar As Siddiq ra dan tidak mengumandangkan adzan pada waktu wafatnya Umar bin Khattab Ra.