Menperin Apresiasi Ketangguhan Industri Alat Medis

Menperin Apresiasi Ketangguhan Industri Alat Medis

Industri tidak cuma mampu memenuhi konsumsi lokal, akan tetapi juga permintaan global.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, karakter industri di dalam negeri sedang punya semangat menghadapi tantangan akibat pandemi Covid-19 dan gejolak perekonomian global. Ini terlihat dari zona industri yang akan mewujudkan kemerdekaan Indonesia dalam menanggulangi penyakit, serupa industri peralatan medis dan barang habis pakai ( medical devices and consumables ).

Industri tersebut, kata Agus, memiliki potensi besar. Indonesia memiliki daya produksi mencapai 3 juta unit masker N95 dan sebanyak 4, 7 miliar unit masker hancur per tahun. Kapasitas itu diproyeksi mampu memenuhi konsumsi domestik sebesar 172, 2 juta per tarikh.

Industri nasional juga telah mampu memproduksi hingga 648 juta produk hazmat. Demi menutup konsumsi domestik tahunan yang diperkirakan mencapai 11, 3 juta unit.

Artinya, industri medis dan barang habis pakai nasional tidak hanya mampu memenuhi penggunaan lokal, tetapi juga dapat memenuhi permintaan pasar dunia.

“Kondisi ini melengkapi kemampuan kita yang sudah dapat memenuhi seruan domestik masker kain dan surgical gown , ” ujar Agus melalui siaran pers yang diterima Republika pada Jumat (26/6).

Beberapa produk hazmat produksi dalam negeri telah lucut uji skala internasional. Pada industri ventilator, saat ini perusahaan lokal sedang menyiapkan produksi masal kendaraan bantu pernapasan tipe darurat dalam pertengahan Juli 2020. Lalu buatan ventilator tipe ICU akan dilakukan pada akhir Juli 2020.