Madrasah di Purbalingga Belum Bisa Belajar Tatap Muka

Madrasah di Purbalingga Belum Bisa Belajar Tatap Muka

Kabupaten Purbalingga belum masuk dalam daerah hijau wabah Covid 19.

REPUBLIKA. CO. ID, PURBALINGGA — Kegiatan belajar mengajar (KBM) pada tahun ajaran baru di Kabupaten Purbalingga, diperkirakan belum bisa dilakukan dengan metode tatap muka.

”Tahun ajaran baru 2020-2021, akan dimulai 13 Juli mendatang. Namun awak memperkirakan, dimulainya tahun ajaran gres itu belum bisa dilakukan dengan siswa harus berangkat sekolah untuk belajar tatap muka, ” jelas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Purbalingga Setiyadi, Senin (29/6).

Dia menyebutkan, ada banyak syarat yang harus dipenuhi agar sekolah bisa menyelenggarakan kesibukan belajar tatap muka pada era wabah Covid 19. Terlebih, hingga saat ini Kabupaten Purbalingga belum masuk dalam zona hijau epidemi Covid 19.

”Kalau pun sudah masuk zona muda, masih banyak syarat lain dengan harus dipenuhi sebelum sekolah melaksanakan kegiatan belajar tatap muka, ” katanya.

Beberapa kondisi yang harus dipenuhi, antara lain adanya penerapan protokol kesehatan pada sekolah-sekolah, izin dari Bupati buat sekolah tingkat SD/SMP, dan permisi atau persetujuan dari orangtua.

Menurutnya,   bila Tumenggung sudah memberi izin namun orang tua belum sepakat, maka pembelajaran di sekolah dengan tatap muka mampu tetap tidak dilaksanakan. Untuk tersebut dia menyebutkan, awal tahun moral baru 13 Juli mendatang tidak berarti siswa sudah masuk madrasah. ”Ini yang harus dipahami para-para orang tua dan juga pemimpin pendidikan, ” katanya.

Sejauh ini, kata  Setiyadi, penyelenggaraan pendidikan di Purbalingga pada era wabah Covid 19, masih berpaut pada Keputusan Bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Jati, tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Tahun Ajaran dan Tahun Akademik baru di masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

Antara lain, penyelenggaraan kegiatan bersekolah secara tatap muka hanya bisa dilaksanakan bila satu wilayah telah masuk dalam zona hijau. Namun untuk wilayah yang masih merembes zona merah, tetap melanjutkan kesibukan pendidikan dengan belajar di rumah.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, sebelumnya menyebutkan perkembangan kasus Covid-19 di wilayahnya telah menunjukkan tren penurunan. Dari total 61 kasus positif Covid 19, yang sampai saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit hanya tinggal 11 pasien.

”Kita berharap agar pasien yang dirawat ini bisa segera sembuh dan penambahan kasus positif tidak ada lagi. Bila itu sudah bisa dicapai maka Purbalingga akan masuk zona hijau, serta tatanan new biasa bisa diberlakukan, ” katanya.