Langgar di Inggris Sumbang Fasilitas Kesehatan tubuh Pada Tunawisma

Langgar di Inggris Sumbang Fasilitas Kesehatan tubuh Pada Tunawisma

Tunawisma mendapat bantuan fasilitas kesehatan sebab Masjid di Inggris.

REPUBLIKA. CO. ID, LONDON — Masjid E Ghosia di Barat Laut Inggris diketahui menyumbangkan 20 tempat tidur baru bagi lembaga amal tunawisma. Rencana itu dilakukan, setelah sebelumnya pihak masjid berencana untuk menggunakan peraduan tersebut sebagai fasilitas kesehatan dan membuka tempatnya bagi pasien korban Covid-19 April lalu. Utamanya, saat lockdown di Inggris, di mana masjid diperintahkan untuk ditutup.

Berdasarkan informasi, tempat tidur tersebut dibeli sebagai rintisan untuk memberikan perawatan medis terlatih kepada pasien. Dalam pelaksanaanya, kelakuan itu didanai oleh sumbangan komunitas dermawan.

Namun begitu, proyek tersebut dibatalkan setelah panti sakit di wilayah Greater Manchester diklaim mampu menangani sejumlah luhur pasien virus corona.

CEO dari Rochdale and Bury Medical Committee, dan delegasi Haji Inggris Dr. Mohammed Jiva MBE, mengatakan, inisiatif tersebut pada kesimpulannya tidak diperlukan karena sudah ada banyak kapasitas tempat tidur serta perawatan di NHS. Menurut tempat, saat kapasitas RS NHS Nightingale North West diketahui telah mereda, rencana itu diubah agar lalu disumbangkan.

Dia mengisbatkan, tempat tidur yang telah tersedia itu akhirnya diberikan kepada awak amal tunawisma remaja. Hal tersebut, menyusul kebutuhan tempat tidur bagi tunawisma yang selalu kekurangan.

“Ketika mereka datang buat mengambil tempat tidur, kami menganjurkan semuanya dan mengatur sopir untuk mengantarkan pada mereka, mereka sempat terkejut karena tempat tidur itu baru dan belum terpakai. ’’ ujar dia seperti dikutip Arab News , Ahad (9/8).

Dia mengiakan, saat badan amal itu mendapati tempat tidur adalah produk anyar, ada kegembiraan yang timbul. Jiva menambahkan, pihaknya juga bersyukur karena donasi yang terkumpul bisa digunakan untuk keperluan yang baik. Rencananya, tempat tidur akan digunakan oleh tunawisma atau mereka yang berpotensi menjadi tunawisma dengan usia kurun 16 hingga 25 tahun.