KPPU Temukan Oksigen di Jatim Dijual di Atas HET

REPUBLIKA. CO. ID, SURABAYA — Kepala Kantor Komisi Kepala Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah IV Surabaya, Dendy Rakhmad Sutrisno mengungkapkan sulitnya menggondol tabung gas oksigen secara harga normal di Jawa Timur saat ini. Dendy menyebut, rata-rata tabung gas oksigen di Jatim dijual melebihi harga eceran tertinggi (HET).

“Secara umum masyarakat Jatim relatif kesulitan mendapatkan tabung gas oksigen dengan nilai normal. Termasuk harga pertolongan isi ulangnya, ” katanya, Jumat (9/7).

Dendy mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pemantauan terkait penjualan gabung gas oksigen pada 12 daerah di wilayah Indonesia Timur. Yakni dalam Madiun, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Malang, Bali, Banyuwangi, Jember, Mojokerto, Kediri, Denpasar, serta Mataram

Bersandarkan pantauan KPPU Kanwil IV Surabaya di 12 daerah tersebut, kata dia, sama harga tabung gas oksigen naik. Seperti tabung udara oksigen ukuran satu meter kubik yang biasanya dijual dengan harga sekitar Rp700 ribu hingga Rp 800 ribu, melonjak menjadi Rp 1, 2 juta tenggat Rp2, 1 juta.

Begitu pun jasa isi ulang tabung gas oksigen yang diakuinya mengalami kemajuan menjadi kurang lebih Rp 150 ribu per meter kubik, dari semula hanya Rp 30 ribu bola lampu meter kubik. Dendy membaca, untuk harga tabung udara oksigen satu meter mengupas terendah dijual seharga Rp 900 ribu di Mataram.

Adapun yang tertinggi dijual Rp 2, 1 juta dalam Banyuwangi. “Sedangkan jasa isi ulang terendah Rp 30 ribu per meter mengupas di Mataram, dan sempurna Rp 150 ribu bohlam meter kubik di Surabaya, ” ujarnya.

Selain tabung gas oksigen, kata dia, masyarakat Jatim juga terbatas dalam mengakses obat terapi Covid-19. Fakta tersebut diakuinya didapat berdasarkan hasil pemantau di delapan daerah, yakni Surabaya, Mojokerto, Malang, Sidoarjo, Gresik, Denpasar, Mataram, dan Kupang. Dalam kesemua daerah yang dipantau, masyarakat sangat terbatas pada memperoleh obat-obatan di apotik.

“Obat terapi Covid-19 relatif sulit didapatkan pada beberapa apotek dalam Jatim yang kami pantau. Bilapun ada dijual di atas HET dengan memakai obat merek lain. Misalnya obat Favipiravir 200mg per  tablet HET-nya Rp 22. 500, tidak tersedia serta diganti dengan merek Avegan yang dijual dengan harga Rp 68 ribu datang Rp 76. 900 bola lampu tablet, ” kata Dendy.

Ia melanjutkan, terkait temuan itu, KPPU memutuskan bakal melaksanakan pemeriksaan dalam ranah penegakan hukum. Di mana KPPU akan melakukan investigasi berbagai pihak terkait, termasuk pelaku usaha yang dianggap terindikasi melakukan pelanggaran persaingan usaha.

“Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tarikh 2020 dan PP Bagian 44 Tahun 2021, masa terbukti bersalah, pelaku cara dapat dijatuhi denda tenggat 10 persen dari mutlak penjualan produk tersebut, ” ujarnya.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Jatim menyimpan layanan pengaduan kelangkaan oksigen di tengah melonjaknya kasus Covid-19 di wilayah setempat. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, mengajak masyarakat mengeluh ke nomor telepon dengan telah disediakan, apabila menemukan kelangkaan oksigen.

Untuk pengaduan tentang kekurangan gas oksigen, kata Gatot, pengaduan bisa dilayangkan mencuaikan nomor telepon 082232781177 (Subdit Tipidter). “Jangan sampai pengaduan masyarakat yang disampaikan berkelakuan bohong, ” ujarnya.

Selain menyediakan layanan pengaduan kelangkaan oksigen, Polda Jatim juga menyediakan servis pengaduan apabila ditemukan penjualan obat-obatan atau alat kesehatan dengan harga di arah Harga Eceran Tertinggi (HET). Pengaduan tersebut bisa dilayangkan dengan menghubungi nomor 081333339025 (Subdit Indagsi).