KKP Dorong Pelaku Usaha Bikin Paket Produk yang Menarik

KKP Dorong Pelaku Usaha Bikin Paket Produk yang Menarik

Setiap produk harus memiliki permisi edar untuk memastikan aman dikonsumsi masyarakat

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA– Mendorong produk perikanan agar mudah diserap pasar, Kementerian Bahari dan Perikanan mengimbau pelaku usaha pengolahan ikan untuk mengemas semenarik mungkin produknya. Disamping yang memutar penting, setiap produk harus memiliki izin edar untuk memastikan damai dikonsumsi masyarakat.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Bahari dan Perikanan (PDSPKP), Nilanto Perbowo, menyebut kemasan merupakan magnet serta penentu konsumen dalam mempercayai & memilih produk yang akan dibeli. Tampilan kemasan menjadi salah mulia poin penting dalam peningkatan daya saing produk perikanan.

“Kemasan yang menarik, kekinian, mungkin dibawa, ramah lingkungan dan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan konsumennya menjadi nilai jual dan daya saing bagi produk perikanan, ” ujar Nilanto dalam keterangan terekam di Jakarta, Jumat (10/7).

Nilanto mengatakan unit pengerjaan ikan (UPI) di Indonesia didominasi skala mikro, kecil dan menengah yang jumlahnya sampai 99 komisi. Pelaku usaha skala ini mengarah tidak menganggap kemasan punya peran krusial dalam upaya penyerapan keluaran oleh pasar. Itu sebabnya, sambung Nilanto, KKP tak henti mengantarkan imbauan soal kemasan ini.

“Sudah menjadi tugas negeri terus melakukan penyadaran, sosialisasi, pembinaan dan bimbingan kepada pelaku daya terutama skala usaha mikro kecil terkait pentingnya kemasan, sertifikasi, serta izin edar, ” lanjut Nilanto.

Nilanto menerangkan, paket menjadi bagian dalam standar quality dan food safety meliputi jalan pemilihan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, bahan tambahan yang digunakan, tempat berproduksi atau mengolah, kemasan, persetujuan edar, hingga pendistribusiannya.

Nilanto melanjutkan produk olahan perikanan juga wajib memiliki izin memutar, diantaranya MD (Makanan Dalam), P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga), serta Halal. MD merupakan izin edar untuk kategori produk high risk yang dikeluarkan oleh BPOM; P-IRT untuk produk “low risk” yang izin edarnya dari Dinas Kesehatan, dan izin edar Halal dengan wajib di Indonesia per Oktober 2019 dan menjadi tanggung jawab Kementerian Agama melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Pelaku usaha asal Bandung, Mohammad Firzan, mengatakan pemilihan brand atau merek juga bagian dibanding strategi memasarkan produk. CEO and Founder Rumah Kemasan Bandung itu menilai penentuan merek atau brand sangat penting karena memiliki ukuran yang sangat tinggi sebagai tanda pengenal produk sehingga mudah buat dipromosikan.

“Penting buat mengetahui  merek yang akan  dimanfaatkan apakah sudah dipakai atau didaftarkan oleh orang lain, termasuk pula logo produk, ” ucap Firzan.

Firzan mengatakan pemeriksaan logo produk bisa melalui “Indonesia Trademark Database” dengan link  www.wipo.int/branddb/id/en/   dan masa tidak ada yang memakai merek/logo tersebut, segera lanjutkan mendaftar paten merk/logo kita ke Ditjen Imbalan Intelektual Kementerian Hukum dan Benar Asasi Manusia (Kemenkumham).

“Jika merek dan logo telah ditentukan maka langkah berikutnya ialah membuat kemasan produk yang menarik, aman dalam melindungi produk serta ramah lingkungan, ” kata Firzan.

Firzan mengatakan merek yang menarik, kemasan bagus & memiliki izin edar MD/ML, PIRT dan Halal, dapat meningkatkan daya saing produk pangan dan kepercayaan masyarakat.