Khamenei Terima Dosis Pertama Vaksin Lokal Iran

Ayatollah Ali Khamenei terima vaksin Covid-19 rekaan perusahaan farmasi Iran

REPUBLIKA. CO. ID, TEHERAN — Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menerima vaksin Covid-19 jumlah pertamanya, Jumat (25/6). Mengenai jenis vaksin yang diterima Khamenei adalah COVIran Barekat, vaksin buatan perusahaan farmasi Iran Shifafarmed. Mantan pemimpin Republik Islam Iran itu sebelumnya menegaskan tidak mau menerima vaksin buatan sungguh negeri dan lebih memilih menunggu vaksin buatan Iran.

Shifafarmed mulai mengembangkan vaksin COVIran Barekat sejak akhir Desember tahun lalu. Iran merupakan negara di Timur Pusat yang paling terpuruk karena kurangnya persediaan vaksin. Di dalam awal 2021, Khamenei sudah melarang masuknya vaksin Amerika dan Inggris ke Iran. Sikap ini diambil jadi bentuk nasionalisme dan ketidakpercayaannya terhadap Barat.

Hingga saat tersebut, Iran belum mempublikasikan keterangan tentang kemanjuran vaksin, namun mengklaim orang yang mendapatkan vaksin buatan dalam kampung itu memiliki sekitar 85 persen kekebalan terhadap virus corona. Para pejabat Iran melaporkan 115 kematian segar akibat Covid-19, menambah mutlak kematian menjadi 83. 588 sejak awal pandemi.

Juru cakap Kementerian Kesehatan Sima Sadat Lari melaporkan 10. 820 kasus baru, menambah total kasus positif menjadi 3. 150. 949. Setidaknya satu. 397 tengah menerima pembelaan intensif, 3. 219 penderita Covid-19 lainnya dalam situasi kritis, sedangkan total penderita yang pulih sebanyak 2. 809. 595.

Iran dikabarkan tengah menerapkan proyek pembuatan vaksin bersama-sama negara lain. Pihak berkuasa Iran mengatakan vaksin yang diproduksi Iran besama Kuba ini akan bergabung secara paket vaksin negara tersebut dalam beberapa hari kelak. Penelitian vaksin lokal Iran telah mendapatkan urgensi sebab para pejabat menuduh hukuman Amerika yang berat mau menghambat upaya inokulasi massal Republik Islam tersebut.

Sejauh ini Iran masih mempertahankan beberapa kanal untuk mendapatkan vaksin, tercatat melalui partisipasinya dalam COVAX, sebuah inisiatif internasional dengan dirancang untuk mendistribusikan vaksin ke negara-negara miskin. Hendak tetapi lembaga keuangan internasional enggan berurusan dengan Iran karena takut akan azab Amerika. Di bawah aturan COVAX, Iran dapat mengambil dosis yang cukup buat memvaksinasi setengah dari 82 juta penduduknya.

sumber: Arab News