Kementan Berikan Sertifikat Kesesuaian SNI Bibit Ternak

Kementan Berikan Sertifikat Kesesuaian SNI Bibit Ternak

Sertifikat Kesesuaian SNI ini merupakan jaminan supaya Sikomandan berdaya saing

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI (Ditjen PKH Kementan) terus mengontrol kualitas mutu Unit Pelaksana Tugas (UPT) yang berada di bawah Ditjen PKH. Lengah satunya, Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang.

BET yang berlokasi pada Bogor, Jawa Barat ini lulus mendapatkan Sertifikat Kesesuaian SNI Embrio Ternak dari Kementan. Sejauh tersebut BET Cipelang dinilai sudah dapat menjadi sumber benih dan benih unggul nasional.

“Selamat kepada BET Cipelang yang telah memperoleh Sertifikat Kesesuaian SNI. Mas sertifikat ini semoga bisa menjadi motivasi untuk menjadi UPT sumber benih dan bibit unggul nasional yang berkelanjutan, ” ujar Dirjen PKH, I Ketut Diarmita.

Secara terpisah, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Ditjen PKH, Sugiono sudah menyerahkan secara tepat Sertifikat Kesesuan SNI Embrio Ternak kepada BET Cipelang yang diterima oleh Kepala Balai, Oloan Parlindungan.  

Sugiono menjelaskan, Sertifikat Kesesuaian SNI ini merupakan jaminan tertulis yang diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) kalau produk yang dihasilkan oleh pembuat tersebut sudah sesuai dengan penumpu (SNI) yang menjadi acuannya.

“Ini merupakan jaminan terekam yang diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) bahwa produk yang dihasilkan oleh produsen tersebut telah sesuai dengan standar (SNI), ” jelas Sugiono.

Sugiono menambahkan, hal ini merupakan salah satu prestasi untuk Kementan, Ditjen PKH dan BET Cipelang itu sendiri. Berhasilnya BET Cipelang mendapat brevet juga sekaligus membuktikan bahwa keluaran embrio yang dihasilkan memiliki kadar dan kualitas baik.

“Saya sangat senang dengan mas sertifikat kesesuian SNI ini, karena merupakan salah satu prestasi yang bisa kami raih dan brevet ini juga mendukung Sikomandan dengan berdaya saing, sehingga menjadikan pertanian makin maju, mandiri dan baru, ” papar dia.

Lebih lanjut, Sugiono menyebut kalau Ditjen PKH Kementan terus mencari jalan menghasilkan benih dan bibit bernas.  

Sebagai data, embrio memerlukan penanganan khusus supaya dapat berkembang menjadi individu yang mewarisi sifat unggul tetuanya. Benih dan bibit ternak memiliki kedudukan yang penting dan strategis dalam upaya meningkatkan produksi dan daya ternak.

“Sehingga perlu diusahakan agar benih dan bakal yang diproduksi dan diedarkan tetap terjamin mutunya sesuai standar, ” imbuh Sugiono.   Seperti yang tercantum dalam Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang perubahan tempat Undang-undang Nomor 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan Bab IV Pasal 13 ayat (5) yang menyebutkan bahwa pada setiap benih atau bibit yang beredar wajib memiliki sertifikat benih atau bibit yang memuat keterangan melanggar silsilah dan ciri-ciri keunggulannya.

Saat ini embrio dengan dihasilkan BET Cipelang sudah memenuhi SNI 7880. 1: 2013 Embrio ternak-Bagian 1: Sapi. Sampai dengan bulan Juni BET Cipelang telah memproduksi 786 embrio dari tumpuan 945 embrio tahun ini. Rata-rata per tahun BET Cipelang mampu menghasilkan 800 embrio ternak.

Mengacu pada Peraturan Pemerintah No 48 tahun 2011 tentang sumber daya genetik hewan & perbibitan ternak, bibit didefinisikan sebagai ternak yang mempunyai sifat ulung dan mewariskannya serta memenuhi persyaratan tertentu untuk dikembangbiakkan. Sedangkan benih adalah bahan reproduksi ternak yang berupa mani, sel telur, telur tertunas, dan embrio.

Untuk memperoleh sertifikat Kesesuaian SNI, produsen benih/bibit harus melaksanakan peraturan perbibitan seperti identifikasi, pencatatan (recording) maupun seleksi. Pelaksanaan dan implementasi Good Breeding Practices di produsen yang optimal, Standar Nasional Indonesia (SNI) serta didukung dengan sistem manajemen mutu yang berkelanjutan.

Keseluruhan ketentuan tersebut dinilai oleh Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) Benih dan Bibit Ternak, LSPro Benih dan Bibit Ternak yang merupakan lembaga penilai kesesuaian yang berkedudukan di Ditjen PKH Kementan. LSPro Benih dan Bibit Peliharaan dibentuk berdasarkan Permentan Nomor 75 tahun 2011 tentang lembaga sertifikasi produk bidang pertanian.

Seperti yang disebutkan dalam Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 18 tahun 2009 tentang Peternakan & Kesehatan Hewan Bab IV Urusan 13 ayat (6) dikatakan surat benih atau bibit sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi benih atau calon yang terakreditasi atau yang ditunjuk Menteri.