Kadin Kalbar: Transit Ekspor Rugikan Pelaku Usaha dan PAD

Kadin Kalbar: Transit Ekspor Rugikan Pelaku Usaha dan PAD

Pemerintah memberlakukan kebijakan transit ekspor beberapa jenis barang dari Kalbar.

REPUBLIKA. CO. ID, PONTIANAK — Wakil Ketua Kamar Dagang serta Industri (Kadin) Kalbar, Rudyzar Zaidar Mochtar mengatakan, adanya kebijakan transit ekspor beberapa jenis barang sejak Kalbar ke pelabuhan di Jakarta atau Surabaya, telah rugikan karakter usaha dan sektor pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi Kalbar.

“Sebelumnya, para pelaku jalan atau eksportir tidak mengalami urusan untuk mengekspor bahan baku, kaya daun kelor, arang dan termasuk kunyit dalam bentuk tepung semasa masih menggunakan jasa pengiriman Jasa Utama, dari Pelabuhan di Kalbar langsung ke Singapura, ” ungkapnya, Rabu (14/10).

Tetapi sekarang harus transit sejak tak dipegang oleh Jasa Utama, dengan alasan atau “takut” barang dengan dibawa mudah terbakar. “Dan yang fatalnya lagi malah semua barang tersebut harus transit ke Jakarta dulu baru bisa ke Singapura, sehingga biaya yang dibutuhkan menjadi lebih besar, ” ujarnya.

Tentunya, hal itu sangat berdampak bagi kami sebagai karakter usaha, karena biaya yang dibutuhkan menjadi tinggi. “Bayangkan saja dalam dua bulan terakhir akibat kecendekiaan itu, ada sekitar 40 mematok 45 kontainer yang akhirnya invalid dikirim ke Singapura dalam seminggunya, sudah berapa kerugian para pelaku usaha maupun para petani dalam Kalbar, ” ujarnya.

Tidak hanya itu, menurut Rudyzar, dampak ekspor yang harus transit dulu ke Jakarta juga menghilangkan potensi PAD (pendapatan asli daerah) Provinsi Kalbar. “Karena dengan transit tersebut, maka yang mendapat PAD malah Jakarta, dari sebelumnya harusnya masuk PAD Kalbar, ” ujarnya.

Dia menambahkan faktual negara tujuan ekspor tidak melarang barang-barang itu. “Tetapi kenapa bahkan sekarang malah harus transit ke Jakarta, ” ujarnya.

Padahal, menurut dia, menurut peraturan sekarang, kalau ada dalam kepala kontainer bermasalah, kontainer itu yang ditahan, bukan kapalnya yang ditahan, sehingga tidak perlu takut di dalam hal ini.

sumber: Antara