Jokowi: 7 Bulan Ini Indonesia Buktikan Mampu Atasi Masalah

Jokowi: 7 Bulan Ini Indonesia Buktikan Mampu Atasi Masalah

Pada Sabtu malam, Jokowi membuktikan pemerintahannya mampu atasi tantangan Covid-19.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta bahwa pemerintahan yang ia mengatur telah mampu membawa Indonesia menyalahi tantangan Covid-19. Hal ini ia sampaikan dalam tayangan video yang diunggah oleh pihak istana kepresidenan di kanal resmi Youtube, Sabtu (3/10) malam. Jokowi bahkan menyebut bahwa penanganan Covid-19 di Nusantara tidaklah buruk, bahkan cukup baik.  

“Tujuh bulan ini, Indonesia membuktikan mampu mengatasi masalah. Belum sempurna, iya. Tapi bisa kita perbaiki bersama-sama. Menyalahi pandemi ini memang sulit. Memerlukan kerja keras bersama dan kami yakin kita akan dapat melakukannya, ” ujar Presiden dalam suruhan yang ia sampaikan.

Jokowi juga memilih menampilkan data terbaru mengenai persentase kesembuhan nasional yang terus meningkat pada setiap bulannya. Dari bulan Maret berserakan dengan rata-rata kesembuhan hanya 3, 84 persen, kemudian meningkat di dalam April dengan 9, 79 tip, Mei 21, 97 persen, Juni 37, 19 persen, Juli 49, 40 persen, Agustus 67, 04 persen, hingga September 72, 28 persen.

Bahkan di update terbaru per 2 Oktober, persentase kesembuhan di Indonesia mencapai 74, 9 persen. Angka ini telah melampaui rata-rata dunia yakni 74, 43 persen.

“Maka saya hanya bicara keterangan. Dalam jumlah kasus dan jumlah kematian, Indonesia jauh lebih indah ketimbang negara lain dengan jumlah penduduk yang besar, ” perkataan Jokowi.

Bersandarkan data yang ditampilkan Jokowi, Indonesia memang berada di urutan ke-23 dalam peringkat angka kumulatif kasus positif Covid-19 dunia. Jumlah peristiwa kumulatif Covid-19 di Tanah Minuman per 2 Oktober sebanyak 259. 499 orang, di bawah GANDAR di peringkat pertama dengan tujuh, 49 juta kasus positif ataupun India di peringkat kedua secara 6, 39 juta kasus.

Sementara untuk kasus kematian, Indonesia juga berada pada peringkat ke-23 dunia dengan 10. 972 orang meninggal dunia. Status pertama ditempati AS dengan 212. 665 kasus kematian, kemudian Brazil di peringkat kedua dengan 144. 767 kasus kematian.

“Sebaiknya kalau membandingkan ya seperti itu. Kalau Indonesia dibandingkan secara negara-negara kecil yang penduduknya sedikit tentu perbandingan seperti itu tidak bisa menggambarkan keadaan yang sesungguhnya, ” ujar Jokowi.

Dalam penanganan pandemi Covid-19 ini, menurut Jokowi, yang terutama adalah seluruh pihak bisa berkoordinasi tanpa berpolemik.

“Yang penting dalam situasi seolah-olah ini jangan ada yang berdebat. Dan jangan ada yang menghasilkan kegaduhan, ” ujarnya. N