Jepang Resmi Kampanye Pariwisata Domestik dalam Tengah Pandemi

Jepang Resmi Kampanye Pariwisata Domestik dalam Tengah Pandemi

Kampenye pariwisata Jepang saat pendemi Covid-19 dihujani kritikan

REPUBLIKA. CO. ID,   TOKYO — Jepang formal menggelar kampanye pariwisata domestik buat membangkitkan perekonomian yang jatuh selama pandemi virus korona. Tapi siasat yang dimulai saat angka kejadian infeksi bertambah itu mendapat hujan kritikan.

“Tidak ada perubahan pada sikap kami untuk berhati-hati mengacu kembali aktivitas ekonomi, sementara menodong masyarakat kooperatif dalam mencegah penyaluran virus corona, ” kata  Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada wartawan, Rabu (22/7)

Sejumlah media setempat menulis gerakan yang bertajuk ‘Go To Travel’   menjadi  ‘Go To Trouble’. Dalam program tersebut, pemerintah akan mensubsidi biaya perjalanan sebesar 50 persen dari dan ke prefektur selain Tokyo.

Ibu kota Negeri Sakura itu dihapus dari kampenya sebab jumlah kasus infeksi virus corona naik. Banyak gubernur Jepang yang ingin kampanye itu ditunda atau diubah.

Mereka kacau program tersebut justru menyebar virus corona dari kota padat warga ke pedesaan. Gubernur Tokyo Yuriko Koike meminta warga Tokyo mulai Kamis (23/7) besok untuk pasti di tinggal di rumah selama akhir pekan.

“Sangat penting bagi orang lanjut piawai dan warga yang memiliki aib penyerta menahan diri untuk muncul untuk yang tidak penting, ” kata Koike, Selasa (21/7) malam lalu.

Berdasarkan duga pendapat surat kabar Mainichi kira-kira 69 persen responden ingin agenda itu sepenuhnya dibatalkan. Kritik itu memperlihatkan kegelisahan masyarakat mengenai agenda yang para kritikusnya sebut perintah tak tegas pemerintah.

Tokyo ingin membangkitkan kembali ekonomi tapi tetap menahan laju penyebaran virus. Banyak pelaku industri wisata yang mengaku frustasi karena tidak adanya kejelasan dari pemerintah.

“Jelas pemerintah sembarangan & sama sekali tidak siap, selalu sangat sulit mendapatkan informasi melanda skema ini karena banyak hal yang berubah, ” kata seorang general manager sebuah hotel di Osaka yang meminta namanya tidak disebutkan.

Presiden serta general manager Hotel Nikko Osaka, Hiroaki Gofuku mengatakan ia berniat kampanye itu dapat mendorong pabrik pariwisata. Tapi, ia juga waspada agar tidak terlalu optimistis.

“Tokyo pasar besar awak, dengan kekacauan ini, kami faktual lebih banyak melihat pembatalan, ” kata Hiroaki.

Gajah Ekonomi Yasutoshi Nishimura juga diperkirakan akan mengumumkan penundaan dibukanya balik stadion dan event-event di aula pertemuan. Pemerintah Jepang berencana mulai Agustus mendatang untuk membuka kembali stadion dan aula konser hingga ke kapasitas maksimalnya.

Namun, karena angka infeksi bertambah diperkirakan mereka akan menunda rencana tersebut. Pada Rabu pagi ini, Tokyo mengumumkan kasus infeksi akan berserang 230 kasus lebih.  

sumber: Reuters