Insa Minta Kemendag Seleksi Barang Diangkut Kapal Tol Laut

Insa Minta Kemendag Seleksi Barang Diangkut Kapal Tol Laut

Kapal tol laut tidak hanya mengangkut bahan-bahan pokok, tetapi selalu barang komersial

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Asosiasi Pengusaha Pelayaran Niaga Nasional (Insa) meminta Kementerian Perdagangan untuk menyeleksi barang dengan diangkut oleh kapal-kapal tol bahar. Ketua Umum Insa Carmelita Hartoto mengatakan kapal-kapal tol laut tidak hanya mengangkut bahan-bahan pokok, namun juga barang komersial, seperti seling, sepeda bahkan mobil.

“Pejabat-pejabat daerah itu kadang menodong supaya angkutannya bukan hanya barang pokok saja, kalau barang laksana semen masih bisa diterima, dibantu subsidi pemerintah. Tapi, seperti seling, sepeda, menurut saya kalau segenap masuk tol laut, kapal-kapal menguntungkan yang kecil-kecil ini nggak ada kerjaannya, harus dibatasi, ” katanya pada Jakarta, Jumat (3/7).

Untuk itu, menurut dia, Kemendag perlu membatasi barang-barang apa selalu yang seharusnya diangkut kapal pungutan laut dan barang-barang yang sedang bisa diangkut oleh kapal komersial agar keberadaannya tidak tergerus, pertama di tengah pandemi Covid-19 ini.

“Kemendag perlu membatasi barang-barang apa saja bisa diangkut tol laut dan barang-barang apa yang tetep diangkut kapal-kapal komersial, ” katanya.

Carmelita tidak memungkiri bahwa barang-barang nonsembako juga dbutuhkan di wilayah Timur, namun keberlangsungan kapal-kapal kecil serupa patut diperhatikan. “Banyak di kawasan kapal-kapal swasta kecil, ‘kan selalu harus dipikirkan. Kita menyampaikan bahwa ini artinya di Kementerian Perdagangan menyoroti juga paling tidak berkoordinasi Kementerian Perhubungan barang-barang yang seyogyanya diangkut, ” ujarnya.

Terkait dipasritas harga, menurut tempat, peran perusahaan BUMN juga penting, misalnya semen di mana makna penjualan di wilayah Barat mampu disubsidi untuk harga di wilayah Timur.

“Semen kita kasih contoh harga mahal, bagaimana bisa jadi satu harga, subsidi juga semen Indonesia yang untungnya di wilayah Barat itu disubsidi sedikit semen-semen untuk di daerah Timur. Kenapa Pertamina bisa memberikan satu harga, kenapa kita tidak bisa melakukan hal yang sebanding. Tentu kita lebih bagus jika pabrik-pabrik terbangun di daerah kian, tapi saat ini situasi semacam ini masih jauh, apalagi mendapat investor, ” katanya.

Selain itu juga, Ia menambahkan, perlu dilakukan optimalisasi peran kalender Rumah Kita agar muatan balik kapal tol laut bisa memenuhi tingkat keterisian maksimal. “Untuk, tersebut optimalisasi Rumah Kita untuk mengkonsolidasikan barang-barang pada sepanjang rute dalam Program Tol Laut harus tetap dilakukan, ” katanya.

sumber: Antara