Imbalan Isolasi Pasien Covid-19 Dihentikan, Ini Kata Wagub DKI

Salah satu solusinya, Pemprov DKI menggunakan GOR sebagai lokasi isolasi pasien.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menanggapi kebijakan pemerintah pusat yang menghentikan sementara pembiayaan fasilitas untuk isolasi terkendali pasien Covid-19, seperti hotel, penginapan dan wisma. Menurut Ariza, Pemprov DKI meluhurkan keputusan tersebut.  

“Ya kami menghormati apa yang menjadi kebijaksanaan pemerintah pusat terkait pelepasan (pembiayaan) fasilitas hotel untuk isolasi terkendali yang tahun lalu itu menjadi kewenangan pusat, ” kata Ariza di Balai Kota Jakarta, Selasa (8/6).

Ariza menyebut, buat menangani hal ini, Pemprov DKI telah mencari pilihan lain dengan cara menyiapkan bangunan milik Pemprov DKI untuk digunakan sebagai tempat isolasi pasien virus corona. Salah satunya adalah menggunakan gedung gelanggang olah raga (GOR).

“Kami pula sudah mencarikan alternatif tempat-tempat yang menjadi milik pemprov untuk kemudian dapat dimanfaatkan sebagai tempat isolasi mandiri, isolasi terkendali bagi asosiasi, ” ujarnya.  

Ia mengucapkan, pemilihan lokasi itu tidak akan mengganggu aktivitas warga yang bermukim di sekitarnya. Ariza pun meminta kerja sama dari seluruh bangsa dalam penanganan pandemi Covid-19 ini.  

“GOR itu membangun luas, jadi tidak mengacaukan masyarakat, pagarnya luas tak perlu khawatir, ” tutur dia.  

“Ya masyarakat belakang akan mengerti memahami kalau kita perlu kerjasama dengan baik, saling mengerti, melakoni. Tidak perlu khawatir kelewatan yang penting laksanakan protokol kesehatan secara ketat, secara baik, waspada, saling memelihara, saling membantu, gotong royong, saling menghormati. Insya Allah kita bisa menghadapi pandemi dengan lebih baik sedang, ” tambahnya.  

Sebelumnya, pembiayaan Pemerintah Pusat untuk hotel, penginapan, dan wisma sebagai lokasi isolasi mandiri Covid-19 akan dihentikan untuk tatkala sejak 15 Juni 2021. Ketiadaan anggaran menjadi tanda.

“Iya, sementara karena nunggu taksiran, lagi diproses di Dirjen Anggaran, tapi nanti jika keluar didukung lagi, ” kata pelaksana tugas (Plt) Bidang Penanganan Darurat Pranata Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dody Ruswandi di Jakarta, Selasa (8/6).

Selama ini, Doddy mengatakan, kebanyakan hotel, penginapan dan wisma yang menjelma lokasi karantina di Pokok Kota dibiayai menggunakan taksiran BNPB. Ia menambahkan, BNPB masih membahas mengenai masalah anggaran ini dengan pihak Kementerian Keuangan.

Dody tidak memerinci, berapa anggaran untuk hotel, penginapan dan wisma sebagai lokasi isolasi mandiri Covid-19 di DKI Jakarta selama ini. Adapun, Pemprov DKI Jakarta menambah tempat isolasi mandiri terkendali untuk anak obat positif virus corona (Covid-19) yang kini ada 29 tempat isolasi dari sebelumnya hanya ada tiga lokasi.

Penggandaan tempat isolasi itu tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 675 tahun 2021 tentang Perubahan Atas Kepgub Nomor 979 Tahun 2020 tentang Lokasi Terkendali Hak Pemprov DKI dalam Pengerjaan Covid-19. Berdasarkan Lampiran Kepgub Nomor 675 Tahun 2021 tercantum daftar lokasi isolasi terkendali dan penginapan untuk tenaga kesehatan milik Pemprov DKI dengan total kapasitas mencapai 8. 249 orang.