Hukum Wajib Divaksin Berefek ke Kunjungan ke Mal di Bandung

REPUBLIKA. CO. ID, BANDUNG — Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Bandung Raya menyebutkan kalau butuh tiga bulan agar tingkat kunjungan konsumen ke mal dapat normal kembali pasca diperbolehkan beroperasi. Tingkat kunjungan saat ini dalam 23 mal di Bandung rata-rata berkisar 10 had 15 persen.

“Sampai keadaan ini kurang lebih 10 sampai 15 persen antusias masyarakat datang ke mal, ” ujarnya saat rancangan Bandung Menjawab online, Kamis (19/8).

Hadianto menyebut bahkan ada mal dengan tingkat lawatan di bawah 10 komisi. Ia menuturkan, pihaknya tak mengetahui persis penyebab kelompok masih enggan datang ke mal.  

Namun diperkirakan anjangsana akan kembali normal di tiga bulan ke pendahuluan. Satu diantara upaya yang dilakukan adalah dengan mendorong mal membuat program promo secara pelaksanaan menerapkan protokol kesehatan.

“Kami gak tahu apakah mereka takut, yang jelas berat. Prediksi kami akan kembali lagi tiga bulan seolah-olah tahun lalu, ” katanya.

Tahun lalu, ia menuturkan, masa mal diperbolehkan beroperasi di dalam Juni kunjungan mulai meningkat pada akhir tahun. Apalagi puncaknya terjadi pada April 2021 lalu. Hadianto memasukkan, pihaknya memastikan bahwa penerapan protokol kesehatan dilaksanakan secara ketat.

Saat ini setiap pengunjung yang datang ke mal harus sudah divaksin. Namun, kewajiban pengunjung yang hadir ke mal harus telah divaksin turut memberikan hasil kepada tingkat kunjungan masyarakat. Ia berharap agar pengunjung yang hendak datang buat segera divaksin.

“Efeknya pasti ada. Ini terus kita imbau makanya pengelola di mal yang biasa main ke mal untuk segera divaksin, ” katanya. Kegiatan vaksinasi bagi pengunjung di perut mal yang berada dalam Kota Bandung saat ini masih terus berjalan.