Harga Minyak Naik Didorong Penurunan Simpanan AS

Harga Minyak Naik Didorong Penurunan Simpanan AS

Persediaan minyak mentah AS turun 7, 5 juta barel pekan lalu.

REPUBLIKA. CO. ID,   BEIJING — Harga minyak naik dalam atas dua persen pada akhir perdagangan Rabu (15/7) didukung oleh penurunan tajam persediaan minyak kasar AS. Tetapi kenaikan lebih tinggi terbatas ketika OPEC dan sekutunya memutuskan untuk mengurangi pembatasan sediaan mulai Agustus karena ekonomi global secara bertahap pulih dari pandemi virus corona.

Patra mentah berjangka Brent untuk pengiriman September naik 89 sen atau 2, 1 persen, menjadi ditutup pada 43, 79 dolar GANDAR per barel. Sementara itu, patra mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus terbang 91 sen atau 2, 3 persen, menjadi menetap 41, 20 dolar AS per barel.

Harga naik setelah data dari Badan Data Energi (EIA) menunjukkan persediaan patra mentah AS turun 7, 5 juta barel pekan lalu, dibandingkan dengan ekspektasi para analis di dalam jajak pendapat Reuters untuk penurunan dua, 1 juta barel.

“Kisah laporan tersebut adalah kita akan melihat lebih banyak penarikan minyak dalam kira-kira minggu mendatang, ” kata Phil Flynn, analis di Price Futures Group.

“Kami akan melihat pengetatan sediaan dan pasar menandakan bahwa kami akan membutuhkan lebih banyak minyak segera, mungkin pada Agustus. ”

Pola Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC Plus, telah memangkas produksi sejak Mei sebesar 9, 7 juta barel per hari (bph) ataupun 10 persen dari pasokan ijmal, setelah virus menghancurkan sepertiga lantaran permintaan global. Setelah Juli, rekor pemotongan itu akan dikurangi menjadi 7, 7 juta barel mulai hari hingga Desember.

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan OPEC Plus sedang hidup ke fase selanjutnya dari koalisi pemotongan produksi minyaknya ketika kaum itu diperkirakan akan melonggarkan pengurangan mereka karena permintaan minyak pulih. Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan pemulihan parsial produksi hendak menguntungkan pasar dan Rusia akan meningkatkan produksi minyak sekitar 400. 000 barel per hari berangkat Agustus.

Pada Selasa (14/7), OPEC mengatakan pihaknya memperkirakan permintaan pulih tujuh juta barel per hari pada 2021 setelah turun sembilan juta barel per hari tahun tersebut. Patokan global Brent telah sehat menjadi sekitar 43 dolar GANDAR per barel dari level terendah sejak 21 tahun terakhir dengan sempat di bawah 16 dolar AS pada April. Rebound dalam makna telah memungkinkan beberapa produsen AS untuk melanjutkan produksi yang ditangguhkan, sebuah langkah yang akan membebani keputusan OPEC pada Rabu (15/7).

Makna juga didukung oleh data pembukaan yang menjanjikan untuk vaksin Covid-19 yang potensial. Akan tetapi peningkatan jumlah kasus corona di Amerika Serikat dan negara-negara lain sedang membuat para pedagang cemas.

sumber: Antara