Emil Minta Kapasitas KRL Ditambah, PT KCI Pertimbangkan

Emil Minta Kapasitas KRL Ditambah, PT KCI Pertimbangkan

Ridwan Kamil meminta PT KCI menambah kapasitas penumpang KRL commuterline.

REPUBLIKA. CO. ID, BOGOR — PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) meneliti usulan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil untuk menambah kapasitas penumpang kereta commuterline atau kereta jalan kereta api listrik (KRL). Penambahan kapasistas jawab mengatasi penumpukan calon penumpang KRL di Stasiun Bogor yang hendak berangkat kerja ke Jakarta.

“Adanya usulan dari Gubernur Jawa Barat kami pertimbangkan sebagai masukan, ” kata Vice President Corporate Communications PT KCI, Anne Purba, di Kota Bogor, Sabtu (27/6).

Sebelumnya, Ridwan Kamil, sebagai Ketua Gugus Perintah Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Jawa Barat, saat meninjau pelaksanaan rapid test di Stasiun Bogor, Jumat (26/6), mengatakan, GTPP Covid-19 Jabar mau terus melakukan rapid test secara konsisten di empat lokasi. Yakni pasar tradisonal, terminal bus, stasiun andong, dan lokasi wisata, untuk memetakan dan memutus mata rantai penyaluran Covid-19.

Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil menambahkan, di stasiun, terutama Stasiun Enau, ada persoalan yakni karena adanya pembatasan jumlah penumpang KRL untuk menjaga kesehatan dan antisipasi penyebaran Covid-19. Sehingga, terjadi penumpukan bahan penumpang di Stasiun Bogor.

“Sudah dibantu dengan bus bantuan dari DKI Jakarta serta Kota Bogor, tapi belum pas, ” katanya.

Karena itu, kata Emil, sasaran lainnya dari pelaksanaan rapid test di Tumpuan Bogor ini, untuk mencari solusi terhadap banyaknya penumpang KRL yang harus mengantri sangat panjang dalam Stasiun Bogor pada pagi hari, terutama hari Senin. Menurut tempat, dari hasil rapid test itu akan diketahui apakah pada penumpang KRL masih ada yang terpapar Covid-19 atau semuanya sehat.

“Kalau dari hasil rapid test itu, hasilnya semuanya negatif maka bakal diusulkan kepada PT KCI untuk dapat menambah kapasitas penumpang KRL, ” katanya.

Menurut Anne, usulan dari Gubernur Jawa Barat itu menjadi masukan bagi PT KCI. Setelah melakukan rapid test dan ada hasilnya, cakap dia, tentunya Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menindaklanjutinya yakni berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta maupun Pemerintah Pusat melalui Kementerian Relasi.

“Kalau sudah tersedia keputusan dari Pemerintah Pusat terpaut dengan usulan Gubernur Jawa Barat itu, PT KCI sebagai operator tentu akan menjalankannya, ” katanya.

Kalau sudah menjadi keputusan, kata dia, tentunya PT KCI akan mengingatkan penumpang KRL untuk lebih ketat menerapkan aturan kesehatan, seperti masker, baju lengan panjang, sering mencuci tangan bubuk, dan tidak bicara di dalam gerbong kereta.

sumber: Antara