Ekonomi Indonesia Masuki Fase Pemulihan Meski Negatif?

Pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2021 masih berada pada zona negatif

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Pemerintah tetap optimistis perekonomian nasional berada pada laju perbaikan, meski pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2021 sedang berada pada zona minus yaitu minus 0, 74 persen.

Menteri Pemimpin Bidang Ekonomi Airlangga Hartarto mengatakan Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal prima tahun ini mencapai Rp2. 703 triliun, mendekati kuartal pertama 2020.

“Pemulihan ekonomi kita berkecukupan pada tren menuju tentu, dengan kurva V, ” ujar Menteri Airlangga di dalam konferensi pers, Rabu.

Menurut dia, semua indikator ekonomi menunjukkan arah perbaikan meski masih tersedia beberapa sektor yang masih minus.

Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga kuartal ini positif meski masih berkontraksi sejumlah 2, 23 persen. Angka ini lebih baik dibanding kuartal keempat tahun awut-awutan yang berkontraksi 3, 61 persen.

Kontraksi konsumsi rumah tangga paling di dalam terjadi pada kuartal ke-2 2020 sebesar 5, 52 persen, kemudian membaik di dalam kuartal berikutnya menjadi 4, 05 persen.

Produsen menyambut peningkatan penggunaan ini dengan produksi dan investasi yang cukup menyusun sehingga Pembentukan Modal Pasti Bruto (PMTB) hanya terkontraksi sebesar 0, 23 persen lebih baik daripada triwulan sebelumnya yang terkontraksi di dalam sebesar 6, 15 obat jerih.

Sedangkan ekspor malah menunjukkan pertumbuhan nyata cukup tinggi sebesar 6, 74 persen, naik dibanding kuartal lalu yang berkontraksi sebesar 7, 21 obat jerih.

Kontraksi ekspor paling dalam terjadi pada kuartal kedua 2020 sejumlah 12, 02 persen kemudian kuartal berikutnya berkontraksi 11, 66 persen.

Impor juga sudah mendalam pada zona positif, muncul 5, 27 persen pada kuartal ini, padahal di kuartal empat tahun berarakan masih berada pada zona negatif sebesar 13, 52 persen.