Dua Remaja Tewas Tenggelam di Kali Cigunung Sukabumi

Dua Remaja Tewas Tenggelam di Kali Cigunung Sukabumi

Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi terhadap jasad Ahmad dan Jihad.

REPUBLIKA. CO. ID, SUKABUMI — Dua remaja yang sedang berlaku di Bendungan Cimerong, Sungai Cigunung, Kampung Cijambu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tewas karena nekat meloncat ke sungai yang berarus lebat dan dalam tersebut.

“Tim relawan Search and Rescue (SAR) gabungan berhasil mengevakuasi besar jasad pelajar tingkat SMP itu setelah dua jam pencarian, ” kata Ketua Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi Okih Fajri di Sukabumi, Rabu (17/6).

Bahan yang dihimpun, kejadian tersebut berasal saat kedua korban yang diketahui bernama Ahmad Fajriya Muhamaram (13) dan Jihad Abdilah warga Dukuh Cikaroya RT 16/03, Desa Gunungjaya, Kecamatan Cisaat bersama dua rekanya datang ke bendungan yang berharta di Desa Sukasari, Kecamatan Cisaat untuk bermain.

Sebelum kejadian, dua cukup umur tersebut tertarik untuk mencoba melompat ke bendungan setelah dua rekannya melakukan hal tersebut. Namun apes, Ahmad dan Jihad setelah melompat keduanya tidak bisa menepi ke darat dan meminta bantuan pada kedua rekannya.

Kondisi semakin panik, setelah kedua remaja itu langsung lenyap ditelan sungai. Melihat rekannya habis tenggelam, dua rekannya tersebut langsung meminta bantuan warga sekitar. Tak lama, masyarakat keluar dan tim SAR tiba di lokasi untuk melakukan pencarian.

Petugas yang dibantu awak mencoba menyusuri sungai, pencarian dekat tidak membuahkan hasil karena kali tersebut arusnya cukup deras. Tapi, berkat kerjasama tim, akhirnya awak keduanya berhasil ditemukan setelah perut jam pencarian.

“Jenazah remaja tersebut tepat dibawa ke rumah duka per untuk disemayamkan dan dimakamkan pada tempat pemakaman umum yang tak jauh rumah korban, ” tambahnya.

Okih mengatakan pihak keluarga menolak dilakukan otopsi terhadap jasad Ahmad serta Jihad serta sudah mengikhlaskan kepergiannya untuk selamanya. Kejadian ini ialah kecelakaan dan keluarga pun sudah menandatangani surat pernyataan untuk tak dilakukan otopsi.

Adapun tim SAR yang diturunkan untuk melakukan pencarian berpangkal dari Badan Penanggulangan Bencana Wilayah (BPBD), unsur TNI, Polri beserta pontensi SAR lainnya yang dibantu masyarakat sekitar.

sumber: KURUN