Disdik Jabar Siapkan Skenario Masuk Sekolah New Normal

Disdik Jabar Siapkan Skenario Masuk Sekolah New Normal

Adaptasi skenario tergantung Kemendikbud yang sedang tunggu keputusan Satgas Covid-19.

REPUBLIKA. CO. ID,   BANDUNG berantakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sedang menyiapkan skenario normal mutakhir terkait masuk sekolah tahun aliran baru 2020/2021. Hal itu agar wabah Covid-19 tetap dapat ditekan dengan protokol kesehatan maksimal untuk pelajar SMA/SMK/SLB.  

Menurut Besar Dinas Pendidikan Jawa Barat Dewi Kartika, Disdik Jabar akan mengadaptasi protokol kesehatan di sekolah pertama SMA/SMK/ SLB kabupaten/kota yang menjelma urusan Pemerintah Provinsi Jabar. Protokol kesehatan ini akan menjadi norma bagi guru, siswa, dan wali agar tidak tertular virus.  

Disdik Jabar, sekapur dia, akan mengacu pada keterangan terbaru https://pikobar.jabarprov.go.id/ dalam menentukan SOP di kabupaten/kota dengan zona Covid-19 yang berbeda- beda.  

Ike menyatakan, protokol kesehatan tubuh di sekolah pada prinsipnya tidak akan jauh berbeda dengan yang sudah ada, yakni jaga langkah ( physical distancing ) dan pola hidup segar dan bersih.  

Namun pada beberapa poin, tersedia penyesuaian seperti alat pelindung diri tambahan. Hal yang perlu diwaspadai, menurut dia, interaksi siswa sejak sebab rumah, dalam perjalanan ke sekolah, di kelas bersama guru, dan interaksi dengan teman-temannya.  

“Kita tidak tahu anak berinteraksi di rumah dengan sapa saja, terus pergi sekolahnya memakai angkot ketemu siapa saja kita tidak tahu. Ini yang harus diantisipasi, ” kata Dewi yang akrab disapa Ike, Rabu (26/5).  

Di sisi lain, dia mengatakan, Disdik sebetulnya tidak terlalu khawatir siswa SLTA tertular Covid-19 karena berdasarkan masukan kelompok usia sekolah paling tahan. Hal yang menjadi atensi, yakni siswa berpotensi menjadi pembawa virus bagi orang sekitar yang berumur lanjut.

Siswa bisa menularkan virus ke guru gaek, orang tua di rumah, ataupun “teman” perjalanan saat menggunakan pemindahan publik.   “Anak-anak SMA itu pada kuat, tapi dia mampu menjadi carrier virus. Ini juga perlu jadi perhatian, “ introduksi Ike.  

Peristiwa lain yang perku diantisipasi, kata pendahuluan Ike, SOP penanganan jika di sekolah ternyata ada yang meyakinkan Covid-19. Meskipun protokol kesehatan Covid-19 di SLTA yang menyusun ialah Pemerintah Provinsi Jabar, tetapi yang melaksanakan kabupaten/kota.  

“Jika misalnya ada kasus pada sekolah, Provinsi tidak mungkin pegari langsung ke sekolah, harus sebab kabupaten/kota karena sekolahnya ada dalam daerah, ” kata Ike.  

Kendati demikian, Disdik Jabar akan membuat keputusan tergantung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang saat ini masih menunggu kesimpulan Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19.   “Pak Menteri Nadiem ancar-ancar semester awal harus mulai di kamar Juli,   tetapi pertama kali masuk sekolahnya di tanggal berapa harus nunggu informasi Satgas Covid Pusat, ” ujar Ike.

Ike berharap, adaptasi protokol kesehatan di SMA/SMK/SLB ini sanggup rampung secepat mungkin agar sanggup disosialiasasikan ke kabupaten/kota. “Kementerian Pendidikan sudah ada plan A, plan B, plan C tapi belum sampai ke kita (Disdik). Insyaallah Jum’at ini sudah jelas, ” kata Ike.