Depok Kembangkan Inovasi Pembatasan Sosial Dukuh Siaga

Depok Kembangkan Inovasi Pembatasan Sosial Dukuh Siaga

Area pemisahan sosial akan diperkecil pada golongan RW yang dikategorikan zona merah.

REPUBLIKA. CO. ID, DEPOK — Pemerintah Kota (Pemkot) Depok hendak mengembangkan inovasi Pembatasan Sosial Dukuh Siaga (PSKS). Sistem tersebut menjelma upaya dalam persiapan pelaksanaan Penyekatan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional.

“Dalam PSBB Proporsional, untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 pada level komunitas, Kota Depok akan mengembangkan inovasi berupa PSKS, ” unar Wali Kota Depok, Mohammad Idris dalam siaran pers yang diterima Republika. co. id , Senin (1/6).

Patuh Idris, saat penerapan PSBB Sepadan nanti, sistem PSKS akan langsung dioptimalkan. Kemudian, area pembatasan sosial akan diperkecil pada level RW yang masih dikategorikan zona abang, dengan parameter yang ditetapkan pemerintah.

“Pada RW yang ditetapkan PSKS, akan diatur pembatasan sosial secara khusus yang tercantum dalam Peraturan Pemangku Kota Depok bersamaan dengan Adat PSBB Proporsional, ” jelasnya.

Dia menabahkan, untuk memudahkan pelaksanaan program PSKS, kini pada Kampung Siaga pada tiap RW sudah dilengkapi secara aplikasi yang terintegrasi dengan Sentral Informasi Covid-19 Depok (PICODEP). Bahkan, aplikasi Kampung Siaga ini perdana di Jabar sebagai upaya penanggulangan Covid-19.

Kemudian, dibutuhkan pula kolaborasi awak kerja dengan melibatkan banyak pihak. Seperti dengan Tiga Pilar di kecamatan atau kelurahan, Puskesmas, Tim Pengawas, Tim Pendamping, Satgas Zona Siaga Covid-19, RT atau RW dan pihak lainnya, termasuk para-para relawan.

“Mudah-mudahan dengan kolaborasi program PSKS ini, kasus Covid-19 pada RW yang dikategorikan zona merah sanggup segera diselesaikan, ” harap Idris.

Nantinya, lanjut Idris, penerapan PSBB Harmonis ini dilaksanakan jika hingga 4 Juni 2020 Angka Reproduksi Efektif (Rt) Depok konsisten 1 dan indikator lainnya terpenuhi. Saat tersebut, ujarnya, berdasarkan analisis data dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kota Depok, tren kelanjutan Rt menunjukkan penurunan dari agenda 25 Mei 2020 (Rt satu, 39 atau Rt > 1). Diharapkan dapat terus diturunkan tenggat 4 Juni 2020 mendatang.

“Semoga ini dapat dipertahankan dan terus mendarat kasus Covid-19 hingga 4 Juni mendatang. Dengan begitu, Kota Depok dapat melaksanakan PSBB Proporsional, ” pungkasnya.