Cakada: Covid-19 Buat Biaya Kampanye Oleh sebab itu Lebih Murah

Cakada: Covid-19 Buat Biaya Kampanye Oleh sebab itu Lebih Murah

Kampanye virtual yang tak tepat sasaran juga bisa menghabiskan biaya dengan mahal.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA —   Bakal Calon Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengakui bahwa Covid-19 membawa pertolongan bagi peserta pemilu. Ia berpaham biaya kampanye di masa pandemi seperti saat ini jauh bertambah murah ketimbang sebelum pandemi.  

“Jadi Covid-19 ini bagi pengikut pemilukada ini berkah yang benar luar biasa. Kalau dulu pra covid, kita harus ada rancangan besar-besaran, semakin besar semakin menentang kemenangan, dengan anggaran yang tinggi maka kemenangan akan kita dapatkan, ” kata Helmi dalam dialog daring, Ahad (28/6).

Bahkan, ia menambahkan, di era seperti ini kandidat tidak menetapkan lagi menyewa panggung besar, membuat artis dan massa dengan total besar. Saat ini, menurutnya intelek kandidat dan tim sukses betul-betul diadu untuk membuat pemilih menyenangi kandidat tanpa harus bertemu.

“Kalau dulu misalkan tak covid itu kan kita kira kerepotan, dengan acara yang sejenis padat dan dengan anggaran yang banyak. Harus ada artis dengan didatangkan, harus panggung yang mulia harus mengerahkan massa yang banyak, harus ada kaos di sana. sekarang dengan covid nggak perlu lagi itu. Paling masker selalu sudah. Masker harganya lebih murah daripada kaos, ” kata tempat.

Sementara bakal bahan wali kota Makassar Mohammad Rhamdan Pomanto (Danny Pomanto) mengatakan mahal tidaknya biaya kampanye di kala pandemi saat ini tergantung strategi kampanye yang digunakan. Kampanye secara virtual jika tidak tepat bahan, menurutnya, juga akan menghabiskan beban yang mahal.  

“Tapi kalau dia pakai ‘laser’, semua tepat sasaran follow the ‘laser’ saya kira semua bertambah efektif, jauh lebih murah sejak sebelumnya karena tatap muka kalau ada serangan darat dan serbuan udara dobel kenanya, ” ungkapnya.

Ia juga menilai kampanye virtual melalui grup Whatsapp juga lebih efektif ketimbang kampanye di Facebook. Menurutnya, kampanye menggunakan grup Whatsapp akan lebih langsung sasaran ketimbang di Facebook.

“Kalau Facebook saya kira susah jadi koloni suara, tempat lebih menyebar. Tapi grup Whatsaap ini bisa jadikan koloni, kalau kita nembaknya pas saya taksir jauh lebih murah, ” tuturnya.