BPJamsostek Beri Rp 374 Juta untuk Ahli Waris Pekerja

BPJamsostek Beri Rp 374 Juta untuk Ahli Waris Pekerja

Satu diantara anggota BPJamsostek meninggal karena kecelakaan kerja

REPUBLIKA. CO. ID, PURWAKARTA — BPJamsostek Cabang Purwakarta memberikan santunan kepada peserta yang meninggal karena kecelakaan kerja. Almarhumah Alfina Mariatul Qibtiah merupakan pekerja PT Nipsea Bee Chemical Nusantara yang meninggal karena kecelakaan berarakan lintas saat pulang kerja beberapa waktu lalu.

Besar Agen BPJamsostek Purwakarta Herry Subroto mengatakan ahli waris mendapatkan sokongan sebesar Rp 374. 662. 050. Santunan ini merupakan hak sejak ahli waris dari peserta dengan terdaftar jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Santunan tersebut terdiri dibanding Jakinan Kecelakaan Kerja (JKK) Rp 362. 890. 000, manfaat Cagaran Hari Tua (JHT) Rp 8. 618. 700, Jaminan Pensiun Rp 3. 153. 350. Sehingga mutlak keseluruhan yang didapatkan sebesar Rp 374. 662. 050, ” kata Herry dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/10).

Ia mengucapkan santunan diberikan kepada ahli darah sebagai bentuk jaminan perlindungan kepada setiap peserta BPJamsostek. Diharapkan pakar waris bisa memanfaatkan santunan secara baik setelah kepergian almarhum.

“Sesuai amanah undang-undang dalam sinilah negara hadir sebagai tentara risiko sosial yang terjadi. BPJamsostek berkewajiban memberikan perlindungan bagi praktisi Indonesia. Semoga semua ini bisa bermanfaat bagi keluarga yang pada tinggal, ” ucap dia.

Ia juga mengapresiasi pada perusahaan yang selalu mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sebab ini merupakan hak pekerja buat mendapatkan jaminan selama bekerja. Jadi jika ada resiko selama beroperasi bisa mendapatkan perlindungan seperti kecelakaan kerja, kematian, hingga pensiun.

Oleh karenanya ia mengajak bagi perusahaan yang belum mencantumkan pekerjanya menjadi peserta BPJamsostek buat segera mengurus kepesertaan. Perusahaan juga tidak lagi dibebankan pemberian santunan karena telah dicover oleh BPJamsostek.

“Jadi mari kita lindungi pekerja dari resiko semasa bekerja dengan jaminan sosial ketenagakerjaan, ” ujarnya.