BPIP Harap Pembangunan Desa Mengarah Nilai Kebinekaan

Seharusnya desa berkecukupan menghidupi diri dan warganya.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasial (BPIP) Yudian Wahyudi berharap perencanaan pendirian desa berorientasi pada perhatian publik, keadilan, pelestarian lingkungan, dan perawatan nilai-nilai konvensi kebhinekaan. Menurut dia, penguatan basis ekonomi dan demokrasi di tingkat desa ialah amanat Pancasila.

“Damai dan penuh gotong rotong tidak saja hanya romantisasi sejarah, tetapi juga spirit dan cita-cita bersama jadi bangsa dengan masyarakat yang menjunjung tinggi gotong royong, ” ujar Yudian di pertemuan nasional kepala desa secara daring, Rabu (15/9).

Dia mengucapkan, Undang-Undang Nomor 6 Tarikh 2014 tentang Desa menyusun desa mendapatkan recognisi akses pengeloaan wewenang di pada wilayahnya untuk kemakmuran warganya. Tidak berujung hanya relevansi elite.

Yudian juga berharap pengembangan ekonomi desa tidak hanya membina desa sebagai pemasok kebutuhan kota. Seharusnya desa dapat menghidupi dirinya dan warganya.

Dia memerosokkan agar ekonomi desa serupa bisa membangun jejaring rekan domestik yang kuat. Tentunya bisa beradaptasi dengan kemajuan teknologi berdasarkan prinsip ekonomi kerakyatan dan gotong royong.

“Maka ekonomi pedesaan dapat kita pahami sebagai ekonomi masyarakat pedesaan yang memiliki landasan umum etik, demokratik, dan sendiri dalam pelaksanaannya, ” logat Yudian.

Tempat menjelaskan, landasan etik ataupun moral itu berkaitan secara kemanusiaan, lingkungan hidup, serta nilai-nilai masyarakat setempat. Tumpuan demokratik berhubungan dengan asas keterbukaan dan kekeluargaan yang juga dilaksanakan melalui jalan musyarakat mufakat ala masyarakat pedesaan.

Tumpuan mandiri nenegaskan praktik independensi masyarakat desa yang tiba pudar. Pola kerja mengangkat royong harus dilestarikan demi memenuhi kebutuhan warganya tunggal seperti lumbungan pangan.