BNI Catat Bisnis Internasional Capai Rp 62 Triliun

BNI Catat Bisnis Internasional Capai Rp 62 Triliun

Pada lima tahun terakhir, BNI mencatat pertumbuhan international funding 27 persen.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — PT Bank Negeri Indonesia (Persero) Tbk menjadi source of international funding bagi pengembangan usaha perusahaan Indonesia di luar kampung. Pencapaian ini mampu mendongkrak pertumbuhan ekspor Indonesia.  

Direktur Terasury dan Internasional BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan pendanaan untuk bisnis internasional yang mampu dihimpun sebesar Rp 62 triliun pada semester I 2020.   “Dalam lima tahun terakhir, BNI mencatatkan pertumbuhan international funding sebesar 27, 7 persen bagi tahun (Compounded Annual Growth Rate/CAGR), ” ujarnya dalam keterangan tercatat, Selasa (14/7).

Menurutnya pendanaan internasional BNI bersumber dari penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) para nasabah Dewan BNI Cabang Luar Negeri (KCLN) di enam negara, juga berpangkal dari kemampuan BNI dalam memaksimalkan kerja sama dengan lebih sebab 1. 300 bank koresponden di seluruh dunia. Bank-bank koresponden tersebut membantu BNI dalam menghimpun pendanaan nonkonvensional.

“Kerja sama dengan bank-bank koresponden tersebut antara lain dalam wujud pendanaan Club Deal senilai 500 juta dolar AS antara BNI KCLN London dengan beberapa bank di Eropa & Asia. KCLN juga memperoleh fasilitas pendanaan Bankers’ Acceptance, yaitu pendanaan dengan berbasis transaksi Trade Finance, dari bank-bank koresponden di negara dimana KCLN tersebut berada, ” ucapnya.

Selain tersebut, BNI melalui unit International Desk dan KCLN Tokyo memiliki kegiatan sama dengan 54 Japan Regional Bank (JRB). Dalam kerja setara tersebut JRB melakukan penempatan pemberian di KCLN Tokyo untuk kemudian dipergunakan dalam mendanai perusahaan Jepang yang berinvestasi di Indonesia.

KCLN Singapore, Hong Kong dan New York juga menjadi anggota (direct participant) dari sistem kliring mata uang SGD, HKD, CNY dan USD. Hal ini membuat BNI berharta menjadi depository correspondent dan memberikan kemudahan pembayaran lintas negara ( cross border payment ) bagi bank-bank devisa di Indonesia serta dapat menampung dana valuta asing bagi perbankan Indonesia tersebut.

Khusus KCLN New York juga mencatatkan diri sebagai bank pertama daripada Indonesia yang menerbitkan Sertifikat Deposito (Certificate of Deposit/CD) Global secara diluncurkannya program Global CD senilai 1 miliar dolar AS pada 2020. Program Global CD itu ditujukan kepada investor non-bank, sehingga dana yang diperoleh masuk di kategori DPK.

Selain untuk diversifikasi sumber pendanaan bagi BNI, program Global CD juga dapat meningkatkan dasar konsumen ( customer based ) KCLN. Ke depannya strategi pendanaan di KCLN akan mengutamakan pertumbuhan DPK dengan pasti memperhatikan ketentuan perbankan yang berlaku di Indonesia antara lain terkait Utang Luar Negeri (ULN) Jangka Pendek.

“Adapun strategi pendanaan nonkonvensional akan dilakukan dengan melihat perkembangan pengaruh dan DPK serta dengan langgeng mempertimbangkan kondisi pasar, ” ucapnya.