Bamsoet Bersama PARFI Salurkan Bantuan pada Pekerja Seni

Bamsoet salurkan bantuan ke 31 pelaku seni yang geluti UMKM

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama Persatuan Artis Film Nusantara ’56 (PARFI ’56) melalui ‘Gerakan Bangkit Bersama Pekerja Seni’ meneruskan bantuan modal usaha kepada 21 pekerja seni yang menggeluti usaha UMKM. Akibat pandemi Covid-19, penuh pekerja seni yang kehilangan penerimaan, sehingga beralih menekuni UMKM. Antara lain memproduksi kerajinan bambu, budidaya serangga, dan usaha kuliner semacam minuman segar hingga bir pletok. Bantuan modal usaha tersebut sebagian besar berasal dari donasi yang terkumpul dalam Konser Amal Virtual ‘Berbagi Kasih Bersama Bimbo’, dengan diselenggarakan MPR RI bekerjasama dengan BPIP, Indika Foundation, dan KADIN Indonesia pada Ahad (17/5).

“Gerakan tersebut menjadi simbol aktualisasi karakter kebangsaan yang mengedepankan jiwa gotong royong. Gerakan ini juga memiliki pesan, pandemi tidak boleh mengendurkan semangat untuk tetap bekerja dan berkarya. Sikap optimis adalah sumber energi untuk bersama-sama bangkit dari masa-masa sulit sesuai saat ini, ” ujar Bamsoet dalam acara penyaluran bantuan simpanan usaha kepada 21 pekerja seni, secara virtual dari Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Kamis (24/9/20).

Turut tampil secara virtual antara lain Pemimpin Umum PARFI ’56 Marcella Zalianty, Sekjen PARFI ’56 Dennis Adishwara, Ketua Pelaksana Generasi Lintas Kebiasaan Olivia Zalianty, dan perwakilan KADIN Indonesia Sharmila.

Pemimpin DPR RI ke-20 ini menguraikan, data Koalisi Seni per 25 Maret 2020 mencatat sepuluh jalan produksi dan rilis film, 4 puluh konser, tur, dan pesta musik, delapan pameran pada museum seni rupa, tiga pertunjukan tari serta sembilan pentas teater, pantomim, dan boneka, seluruhnya tertunda akibat pandemi Covid-19. Konser Amal Maya ‘Berbagi Kasih Bersama Bimbo’ serta Gerakan Bangkit Bersama Pekerja Kecil, menjadi bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan industri ekonomi kreatif Tanah Cairan, agar tidak semakin terpuruk diterpa pandemi Covid-19.

“Langkah Gerakan Bangkit Berhubungan Pekerja Seni adalah tindakan dengan tepat dan dapat dicontoh sebab berbagai institusi lain, agar di melaksanakan aksi solidaritas di era pandemi juga mengedepankan prinsip kegiatan bersama. Kita berharap, dari aliran ini akan lahir berbagai gerakan lainnya sehingga bisa tetap membakar tumbuhnya industri kreatif Tanah Air sebagai benteng kebudayaan, walaupun dihadapkan pada pandemi Covid-19, ” tutur Bamsoet.

Wakil Pemimpin Umum KADIN Indonesia ini juga menekankan, masih banyak yang belum menyadari bahwa apresiasi terhadap kinerja dan karya pekerja seni, merupakan bentuk keberpihakan terhadap penguatan kedaulatan budaya bangsa. Melalui karya mereka lah kita menitipkan pesan kebangsaan, mempromosikan budaya dan kearifan lokal, agar tidak terpinggirkan oleh budaya asing. Karenanya, perhatian dan dukungan terhadap keberlangsungan industri ekonomi kaya Tanah Air tidak bisa kita abaikan.

“Mengatasi efek pandemi yang bersifat multidimensional tak mungkin hanya mengandalkan satu pihak yang secara heroik dituntut menyelesaikan seluruh persoalan. Melainkan harus dilakukan dengan usaha bersama. Seluruh elemen harus berpartisipasi sesuai peran masing-masing. Pemerintah mengatur kebijakan, masyarakat mematuhi protokol kesehatan, paramedis memberikan penyajian kesehatan, yang lapang membantu dengan dalam kesempitan, dan seterusnya, ” pungkas Bamsoet.