Alam baka - A Love Story Serat Imajinasi Hingga Jauh

Alam baka – A Love Story Serat Imajinasi Hingga Jauh

Film Akhirat – A Love Story dibintangi Adipati Dolken serta Della Datryan.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Sutradara film pendek Jason Iskandar menggarap film fantasy romance yang akan membawa penontonnya mengkhayalkan. Cerita ini mengisahkan portal dan lini waktu yang akan menyeret imajinasi penontonnya hingga jauh.

“Walaupun ini fantasi, kami coba bikin semembumi mungkin. Kekuatan fantasi itu membuat penonton didorong untuk berpikir ke dunia dengan tidak sampai ke situ. Awut-awutan membuat penonton juga berpikir untuk memutuskan menjadi baik atau membatalkan ketika di titik itu, sekalipun hanya khayalan, ” ungkap Jason dalam konferensi pers virtual yang disimak di Jakarta, Kamis (27/8).

Film berjudul Akhirat – A Love Story ini selalu dirasakan berbeda oleh para pemainnya, yakni Adipati Dolken yang berlaku sebagai Timur dan Della Datryan yang berperan sebagai Mentari. Keduanya pernah bermain di film Love For Sale 2 . Mereka mengaku harus membawa chemistry yang berbeda lagi.

“Yang pasti ceritanya beda. Sebab ini fantasy romance , ini sudah jelas bertentangan dari dimensi, dari pembawaan juga beda, dan banyak karakter unik. Bahkan, dari film-film yang pernah gue mainin semuanya, ini beda banget , ” logat Adipati.

Sementara tersebut, Della mengaku cerita film tersebut sangat terhubung dengan konflik individual dirinya, walaupun bergenre fantasi. “Karena fantasi jadi harus berimajinasi lebih jauh. Semua kesulitan bisa tertutupi karena semua sering ngobrol bareng . Dan dengan paling penting, kita semua memiliki visi misi sama, ” menguraikan dia.

Bagi Jason, sejauh ini, prosesnya sangat kolaboratif. Semua menyumbang memori, energi, & cerita untuk diolah bersama. Selain itu, kerja samanya juga terasa sangat menyenangkan. Ia merasakan seluruh tulus untuk menjadi karakter & membawakan cerita film ini.

Jason yang juga mencatat skenario Akhirat kacau A Love Story mengatakan, cerita tersebut sangat individual baginya. Terlebih, idenya datang perut pekan sebelum ia menikah.

“Waktu itu saya lagi parno-parnonya, takut ada sesuatu dengan terjadi sebelum hari H ijab kabul. Terus saya mikir , kalau saya meninggal pra menikah, apa saya bisa ketemu pasangan saya di akhirat, apa kita masih akan kenal utama sama lain di akhirat belakang, dan banyak pertanyaan lainnya, ” kata dia.

Kala honeymoon , visi semakin kuat ‘mengganggu’ Jason. Kesudahannya, ia memutuskan untuk mulai mencorat-coret cerita awal film Akhirat – A Love Story .

Selama cara pengembangan cerita, Jason sering mengulik dan mengngeksplorasi hubungannya dengan orang, Florence, yang juga adalah pengusaha film ini. Ternyata, ada penuh hal yang selama ini tersembunyi dan belum ia sadari kemudian terungkap.

“Cerita dibanding ini adalah sesuatu yang menyehatkan bagi perfilman Indonesia. Bukan hanya kisah romansa, tapi juga membakar batas bagi penceritaan yang umum, ” kata produser BASE Entertainment, Shanty Harmayn.

Film-film pendek Jason Iskandar yang sebelumnya masuk ke festival film berskala nasional maupun internasional adalah Territorial Pissings (2010) mendapatkan Best Film kepala Jogja – NETPAC Asian Film Festival, lalu Seserahan (2014) Official Selection – Singapore International Film Kegiatan. Kemudian The Day The Sky Roared (2018): Official Selection – Busan International Short Film Festival.

Film pendek Elegi Melodi (2018) juga menjadi nominasi pada Pesta Film Indonesia. Produksi Akhirat – A Love Story akan dilangsungkan dalam September 2020 dengan mematuhi aturan kesehatan sesuai arahan pemerintah. Film diharapkan dapat tayang di Bioskop pada semester pertama 2021.